Amarah itu…

Amarah itu api,
melalap habis tak bersisa.
Ia buta, takkan mampu melihat kebaikan atau keburukan.
Ia pun tuli, tak bisa mendengar segala nasihat perbaikan.
Amarah itu ‘kaki tangannya’ setan, maka ia dengan segala daya akan menjerumuskan dalam ‘kekecewaan’ abadi.
Sifatnya memusnahkan, bukan menyelesaikan, apalagi mendamaikan. Takkan ada satupun keputusan yang ‘benar’ olehnya.
Benar dan salah itu jelas.
Maka tak perlu ‘marah’ pun segalanya terselesaikan.
Emosi bukan satu satunya ekspresi. Dan Dia Amat Tidak Suka pada penghamba setan.

Naudzubillah min dzaalik

#ditulis di Sunter Jaya, Jakarta. Awal Januari 2015

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s