Ini namanya Korupsi

  • Mari kita basmi Koruptor !
  • Babat sampai keakar akarnya!
  • Buang Koruptor ke Siberia!
  • Cabut hak hidup koruptor !

Jangan-jangan Secara Terselubung, ternyata kita juga melakukan korupsi,walau dalam skala kecil dan versi berbeda

Jangan lupa korupsi itu berarti :

  • mengambil sesuatu yang bukan hak kita
  • Mengabaikan apa yang sesungguhnya jadi tugas kita
  • Mengalihkan hak seseorang kepada orang lain,tanpa hak
  • Mengurangi apa yang sesungguhnya jadi hak orang lain
  • mengunakan waktu untuk kepentingan pribadi ,padahal kita dibayar untuk itu

Contoh:

Karyawan:

  • Tiba dikantor, baca koran atau main hp
  • Ngeprint kebutuhan pribadi di kantor,tanpa ijin
  • Gunakan fasilitas internet kantor dan telepon kantor untuk keperluan pribadi
  • Menyuruh teman tanda tangani absen,padahal tidak masuk kerja
  • Kertas, ball point dan tinta printer milik kantor, dibawa pulang untuk keperluan pribadi
  • Ini juga namanya korupsi

Seorang Guru:

  • Sering datang terlambat
  • Dalam kelas guru asyik masin Hp
  • Memberi kesibukan pada siswa untuk menulis, agar bisa ber facebook ria
  • Tugas memeriksa P.R. yang seharusnya jadi tugas guru, diserahkan pada siswa
  • Semuanya ini ,namanya korupsi waktu.
  • istirahat tugas guru mengawasi siswa, tapi digunakan untuk arisan

Karyawan Toko:

  • Menjual dengan harga murah kepada teman dan keluarga
  • Memberikan bonus tambahan ,padahal bukan haknya untuk memberi
  • Memberikan kualitas yang rendah dari yang seharusnya diberikan
  • Menambah nambah biaya transportasi ,untuk ditagih pada boss
  • Semuanya ini, juga bernama korupsi

Definisi Korupsi

Setiap orang yang mengambil sesuatu yang bukan miliknya, secara tanpa hak ,sudah melakukna korupsi. Seperti yang tertuang dalam pengertian :”korupsi” di Kamus Bahasa Indonesia Online

korupsi ko.rup.si
[n] penyelewengan atau penyalahgunaan uang negara (perusahaan dsb) untuk keuntungan pribadi atau orang lain

Referensi: http://kamusbahasaindonesia.org/korupsi/mirip
KamusBahasaIndonesia.org

Password untuk introspeksi diri: Honestly! Kejujuran.

Source: Pak Tjipta (Kompasianer)

Advertisements

Jangan Menunggu

1. Jangan menunggu bahagia baru tersenyum, tapi tersenyumlah, maka kamu akan bahagia.
2. Jangan menunggu kaya baru bersedekah, tapi bersedekahlah, maka kamu semakin kaya.
3. Jangan menunggu termotivasi baru bergerak, tapi bergeraklah, maka kamu akan termotivasi.
4. Jangan menunggu dipedulikan orang baru kamu peduli, tapi pedulilah dengan orang lain! Maka kamu akan dipedulikan ….
5. Jangan menunggu orang memahami kamu. baru kamu memahami dia, tâÞi pahamilah orang itu, maka orang itu paham dengan kamu.
6. Jangan menunggu terinspirasi baru menulis.tapi menulislah, maka inspirasi akan hadir dalam tulisanmu.
7. Jangan menunggu projek baru bekerja, tapi bekerjalah, maka projek akan menunggumu.
8. Jangan menunggu dicintai baru mencintai, tapi belajarlah mencintai, maka kamu akan dicintai.
9. Jangan menunggu banyak uang baru hidup tenang, tapi hiduplah dengan tenang. Percayalah bukan sekadar uang yang datang tapi juga rezeki yang lainnya.
10. Jangan menunggu contoh baru bergerak mengikuti, tapi bergeraklah, maka kamu akan menjadi contoh yang diikuti.
11. Jangan menunggu sukses baru bersyukur tapi bersyukurlah, maka bertambah kesuksesanmu.
12. Jangan menunggu bisa baru melakukan, tapi lakukanlah! Maka kamu pasti bisa! 
13. Jangan menunggu waktu luang tuk ber-Ibadah.
Tapi luangkan waktu tuk ber-Ibadah.

Sepi…Who am i ?

Sesaat begitu sepiiiiii…

Tidak ada lagi Runaway… Someday I’ll be saturday night… Keep the faith… Tidak ada lagi Bon Jovi…

Bahkan ketika di dunia dikatakan: I’ll sleep when I’m dead… Nyatanya, ga bisa sleep…!!!

Entahlah… Begitu sepi…

Bener-bener sepi…

Bener-bener tak ada suara apa-apa…

Ga mungkin…

Masa tak ada suara apapun…

Sesaat saya mulai ketakutan…

Jangan-jangan…

Mana suara Tearing and breaking… Phil Collins…

One more night… Begitu kata saya… Ini judul salah satu lagunya Phil Colins… One more night… Satu malam lagi…

Give me one more night…

But it’s too late… Bener-bener too late…

Fa-idzaa jaa-a ajaluhaa… Apabila telah datang waktu kematian…

Laa yasta’khiruunassaa’ata… Tidak bisa diakhirkan… Walaa yastaqdimuun… Dan tidak pula bisa dimajukan…

Where am I… Bener-bener heniiiiiiiinnngggg… Tanpa suara…

Mulai butiran-butiran keringat segede-gede jagung menetes… Dingin, tapi keringetan… Apa saya sudah berada di alam kubur…?

Mulai aku mengingat kesia-siaan yang banyak kulakukan… Itu jika bener aku ini udah dikubur…

We don’t need a reason… Or explanation… Addduuuuhhh… Lagu Phil Collins “please come out tonight”, malah jadi kayak tamparan…

Ada yang datang…

Duh ya Allah… Siapa itu…???!!!

Bener-bener ada yang datang… Gelap. Gelap sangat. Kuberharap mati lampu saja. Ya, kuberharap cuma mati lampu…

Tapi kenapa di kegelapan aku masih bisa melihat ada yang datang…?

Siapa gerangan yang di kegelapan, tapi masih bisa dilihat…? Ya Allah… Berarti aku bener udah dikubur…

Wujud manusia menyeramkan ini menyeringai… Tidak menyapa saya…

Tapi dia membawa segelas air… Sungguh saya kenal air itu… Minuman itu…

Sungguh saya kenal…!!! It’s MixJuice…!!!

Welcome Drink-nya penghuni neraka…

Who am I…

Siapa sih saya…? Koq sampe dapat welcome drink neraka…

Mix Juice… Yang di dunia saja udah bikin mata terbalik-balik ketika meminumnya…

Baru membayangkan ketika di dunia… Udah mau muntah rasanya…

Dingin menyergap… Rasa sesal menjalar di sekujur tubuh… Tahu tentang Mix Juice… Tapi dianggap maen-maen…

“Anak muda…”, makhluk bukan manusia ini menatap saya… Ya Allah, tatapannya bikin tulang-tulang saya seperti dihantam godam…

Duh ya Allah… Kemana Engkau….? Semoga hanya mimpi…

“Berani-beraninya kamu masuk kubur ini…?! Emangnya persiapan apa yang sudah kamu persiapkan…?? Sehingga berani masuk sini…?”

DEEEEEEGGGG…!!! Berarti bener… Saya sudah mati… Saya sudah di alam kubur… Dulu cuma nganter… Sekarang di sini!

Makhluk itu berbalik meninggalkan diri saya… Meninggalkan juga minuman itu… Minuman yang bergerak sendiri, perlahan…

Ya, gelas isi air yang saya kenal itu… Seperti ada yang menggerakkan… Lututku… Entah kekuatan apa… Lututku…

Lututku ada yang membuatnya jadi berlutut…

Kepalaku… Ooooohhh ya Allah… Kepalaku… Entah juga… Ngeriiiii… Ngeri ngebayanginnya…

Seperti ada yang menarik kepalaku ke belakang. Mendongak… Siap diminumkan Mix Juice itu! Ya Allah…

Kita ga pernah akan suka… Tapi fadzuuquu… Feel it! Rasakanlah!

Di dunia, saya belajar dan mengajar, tentang Mix Juice yang ga seberapa Mix Juice ASLI…

Ambil satu tikus… Ketok kepalanya. Hingga mati… Lalu taro di kotak besi… Biarkan selama satu bulan…

Setelah satu bulan… Siapkan satu blender besar…

Setelah satu bulan… Ambil satu tikus lain… Yang masih hidup… Siapkan juga gelas besar…

Potong sedikit leher bawahnya… Hingga bercucuran darahnya… Tadang darahnya di gelas yang sudah kita siapkan…

Biarkan hingga tetesan terakhir… Dan biarkan hingga tikus malang ini mati…

Lalu masukkan tikus segar ini ke dalam blender… Buka kotak besi… Ambil tikus yang satu, yang darahnya ga keluar…

Yang sudah mati sejak satu bulan lalu…

Dua-duanya masukkan blender… Plus darah segarnya tikus ini… Dan ga usah pakai air…

Tuangkan ke dalam gelas besar tadi yang tak usah dicuci…

Inilah salah satu jenis welcome drink-nya… Salah satu jenis Mix Juice-nya…

Tapi itu kan cerita di dunia…!!! Ini sudah di alam kubur…

Makhluk itu benar-benar ga keliatan lagi… Posisi lutut sudah melantai… Dan ya Allah…

Gelas yang bukan gelas dunia… Air yang bukan air dunia… Bener-bener seperti siap dituangkan ke dalam mulut malang ini…

Gerangan dosa apa wahai diriku…??? Baru di alam kubur aja udah begini…???

Yang saya tau, setetes minuman neraka saja, menetes di bumi ini, lafsadat maa fil-ardhi jamii’an, hancur semua kehidupan bumi…

Saya hanya bisa pasrah… Menyesal selalu datang terlambat… Pasrah bukan karena ridho… Tapi sungguh tak ada yang bisa dilakukan… Lagi…

Beruntung mereka yang baca tulisan ini… Yaitu kalian semua, sahabat-sahabat saya… Juga saya…

Ya… Saya juga beruntung…

Sebab jika masih bisa baca tulisan ini… Itu tandanya masih hidup…

Dan Mix Juice ini… Benar-benar menunggu kita semua… Yakni jika kita benar-benar dianggap pantes oleh meminumnya…

Belom terlambat…

Berdoalah semoga masih ada satu malam… Buat kita shalat malam… Memohon ampun…

Lalu menyongsong pagi, dengan semangat perbaikan diri dan ibadah…

Ya Allah… Bergetar sendiri jari jemari saya… Makasih… Makasih… Saya masih hidup… Kami semua masih hidup…

Sepiii… Keadaan sepi kembali… Hening… Bener-bener hening…

Yaa Allah… Panjangkan umur kami… Dan berilah selalu kesempatan bertaubat, memperbaiki diri, dan beramal saleh…

Aaamiiin…

Tolong Hentikan Ustadz, Aku Tak Tahan Lagi !

Tahun 2010, saya melakukan survey dengan bertanya kepada beberap perempuan bekerja. Pertanyaan saya sangat sederhana, “Bu, bagaimana perasaan ibu dengan kondisi ibu bekerja saat ini, lebih merasa cukup dengan suami saja bekerja atau merasa lebih cukup dengan ibu ikut bekerja ?

•90% perempuan bekerja menjawab, “Saya merasa cukup dengan hanya suami saja yang bekerja ketimbang saat ini saya ikut bekerja.”

•Para istri yang saya survei itu mengaku justru dengan dirinya bekerja, utang keluarga justru bertambah, padahal niat awalnya agar utang suami tidak bertambah parah. Dulu semua yang diinginkan selalu bisa terpenuhi tapi dengan ikut bekerja menjadi selalu kurang, tidak ada yang cukup.

•Setelah para istri ini curhat tentang kondisinya, lalu saya bertanya kepada, “Ibu tahu tidak penyebab mengapa dulu saat suami ibu yang bekerja semuanya tercukupi dan sekarang ibu bekerja justru selalu kurang ?”

•Ibu-ibu itu menggeleng. Mereka hanya heran harusnya dengan ikut bekerja kebutuhan rumah tangga menjadi lebih dari cukup.

•Saya sampaikan begini kepada ibu-ibu itu :

Keberkahan rezki ibu telah hilang, ibu-ibu tahu mengapa hilang ? Begini, dulu saat suami ibu saja yang bekerja ibu masih sempat mengurus anak-anak berangkat sekolah. Ibu masih sempat membangunkan suami untuk shalat malam. Ibu masih sempat membuatkan sarapan untuknya. Dan ketika suami ibu pulang kerja, ibu sudah cantik berdandan rapi untuk menghilangkan kelelahan suami ibu sore itu. Ibu masak yang terenak untuk suami dan masih sempat membacakan dongeng untuk anak-anak ketika akan tidur dan masih “fresh” saat suami ibu mengajak bercinta.

•Tapi saat ibu bekerja saat ini, ibu lebih awal kan berangkat dari suami? Karena ibu masuk jam 7 pagi karena khawatir terlambat dan jauh ibu berangkat jam 5.30 padahal barangkali suami baru saja mandi. Anak-anak belum terurus baju sekolahnya, bahkan bisa saja di antara mereka nggak ada yang sarapan karena Ibu lupa menyediakan. Iya kan bu ?’ Kata saya kepada mereka.

•Di antara ibu-ibu yang bekerja ini mulai menangis. Saya meminta izin untuk meneruskan taujih di sore itu.

•“Dan ketika suami ibu pulang, ibu belum pulangkan karena ibu diminta lembur oleh boss ibu di pabrik. Ketika suami sudah ada di rumah jam 5 sore, ibu masih berkutat dengan pekerjaan sampai jam 8 malam. Suami ibu bingung ke mana dia mengadukan ceritanya hari itu dia mencari nafkah. Anak-anak ibu belum mandi bahkan bisa saja di antara mereka ada yang tidak shalat Maghrib, karena tidak ada yang mengingatkannya. Kemudian mau makan akhirnya makan seadanya, hanya masak mie dan telur karena hanya itu yang mereka mampu masak.

•Suami ibu hanya makan itu bahkan hampir tiap malam, sedangkan ibu baru pulang jam 9 sampai di rumah di saat anak-anak ibu sudah lelah karena banyak bermain, bahkan di antara mereka masih ada yang bau karena nggak mandi. Suami ibu terkapar tertidur karena kelelahan, karena suami ibu menunggu kedatangan ibu. Kondisi ibu juga lelah, sangat lelah bahkan, ibu bahkan berbulan-bulan tidak bisa berhubungan intim dengan suami karena kelelahan….”

•Ibu bekerja untuk menambah keuangan keluarga tapi ibu kehilangan banyak hal. Hal-hal yang pokok menjadi tidak selesai. Hal-hal yang ibu kerjakan di pabrik juga tidak maksimal karena hati ibu sedih tidak punya kesempatan mengurus suami dan anak-anak. Pakaian suami dan anak-anak kumal, kuku anak-anak panjang, rambut anak-anak gondrong dan tak terurus.

•Ibu-ibu itu semakin kencang menangisnya, di antara mereka mengatakan “Hentikan ustadz, aku tak tahan lagi, hentikan”, sang ibu itu memeluk teman yang di sebelahnya dan menangis.

•Sore itu saya berusaha menyampaikan kewajiban saya sebagai dai. Katakan yang benar itu walaupun harus membuat hati sedih. Di penutup saya menyampaikan, “Tidak ada larangan buat ibu bekerja dengan satu syarat, tugas pokok ibu tidak ada masalah, tidak ada hak-hak suami dan anak-anak yang berkurang yang dapat menyebabkan ketidak berkahan uang yang ibu dapatkan dari bekerja. Pastikan itu semua tidak ada masalah dan bekerjalah setelah itu”

•Adzan Maghrib sore itu menghentikan ceramah saya di sela tangis ibu-ibu yang ingin segera pulang untuk bertemu dengan suami dan anak-anak mereka.

(Sumber: adi/dakwatuna.com)

SIAPA KITA?

Nu’man bin Tsabit yg dikenal dg sebutan Abu Hanifah, atau populer disebut IMAM HANAFI , pernah  berpapasan dg anak kecil yg berjalan mengenakan sepatu kayu (terompah kayu).

Sang imam berkata :”Hati-hati nak dg sepatu kayumu itu, Jangan sampai kau tergelincir”.

Bocah ini pun tersenyum dan mengucapkan terima kasih atas perhatian Abu Hanifah.

“Bolehkah saya tahu namamu Tuan?” tanya si bocah.

“Nu’man namaku”, Jawab sang imam.”

Jadi, Tuan lah yg selama ini terkenal dg gelar al-imam al-a’dhom. (Imam agung) itu..??” Tanya si BOCAH.

“Bukan aku yg memberi gelar itu, Masyarakat-lah yg berprasangka baik dan memberi gelar itu kepadaku”

“Wahai Imam, hati2 dg gelarmu. Jangan sampai Tuan tergelincir ke neraka karena gelar…!Sepatu kayuku ini mungkin hanya menggelincirkanku di dunia. Tapi gelarmu itu dapat menjerumuskan-mu ke dalam api yg kekal jika kesombongan dan keangkuhan menyertainya”.

Ulama besar yg diikuti banyak umat Islam itupun tersungkur menangis….

Imam Abu Hanifah bersyukur. Siapa sangka, peringatan datang dari lidah seorang bocah.

👇👇
Betapa banyak manusia tertipu karena jabatan, tertipu karena kedudukan, tertipu karena gelar, tertipu karena kemaqoman, tertipu karena Harta yg berlimpah, tertipu krn status sosial…

Jangan sampai kita tergelincir… jadi angkuh dan sombong karena gelar, jabatan, status sosial dan kebesaran di dunia.

PEPATAH MENGATAKAN :

“SEPASANG TANGAN YG MENARIKMU KALA TERJATUH LEBIH HARUS KAU PERCAYAI DARIPADA SERIBU TANGAN YG MENYAMBUTMU KALA TIBA DI PUNCAK KESUKSESAN”

KISAH SAHABAT SYA’BAN RA: MENYESAL SAAT SAKARATUL MAUT

Bismillah..
Alkisah seorang sahabat bernama Sya’ban RA.
Ia adalah seorang sahabat yang tidak menonjol dibandingkan sahabat – sahabat yang lain.
Ada suatu kebiasaan unik dari beliau yaitu setiap masuk masjid sebelum sholat berjamaah dimulai dia selalu beritikaf di pojok depan masjid.

Dia mengambil posisi di pojok bukan karena supaya mudah senderan atau tidur, namun karena tidak mau mengganggu orang lain dan tak mau terganggu oleh orang lain dalam beribadah.

Kebiasaan ini sudah dipahami oleh sahabat bahkan oleh RasululLah Shallallahu `alaihi Wa Sallam, bahwa Sya’ban RA selalu berada di posisi tersebut termasuk saat sholat berjamaah.

Suatu pagi saat sholat subuh berjamaah akan dimulai RasululLah Shallallahu `alaihi Wa Sallam mendapati bahwa Sya’ban RA tidak berada di posisinya seperti biasa.
Rasul Shallallahu `alaihi Wa Sallam pun bertanya kepada jemaah yang hadir apakah ada yang melihat Sya’ban RA.
Namun tak seorangpun jemaah yang melihat Sya’ban RA.
Sholat subuhpun ditunda sejenak untuk menunggu kehadiran Sya’ban RA. Namun yang ditunggu belum juga datang.
Khawatir sholat subuh kesiangan, Rasul Shallallahu `alaihi Wa Sallam memutuskan untuk segera melaksanakan sholat subuh berjamaah.

Selesai sholat subuh, Rasul Shallallahu `alaihi Wa Sallam bertanya apa ada yang mengetahui kabar dari Sya’ban RA.
Namun tak ada seorangpun yang menjawab .
Rasul Shallallahu `alaihi Wa Sallam bertanya lagi apa ada yang mengetahui di mana rumah Sya’ban RA.
Kali ini seorang sahabat mengangkat tangan dan mengatakan bahwa dia mengetahui persis di mana rumah Sya’ban RA.
RasululLah Shallallahu `alaihi Wa Sallam yang khawatir terjadi sesuatu dengan Sya’ban RA meminta diantarkan ke rumah Sya’ban RA.

Perjalanan dengan jalan kaki cukup lama ditempuh oleh Rasul Shallallahu `alaihi Wa Sallam dan rombongan sebelum sampai ke rumah yang dimaksud.
Rombongan Rasul Shallallahu `alaihi Wa Sallam sampai ke sana saat waktu afdol untuk sholat dhuha
( kira-kira 3 jam perjalanan).
Sampai di depan rumah tersebut beliau Shallallahu `alaihi Wa Sallam mengucapkan salam.
Dan keluarlah seorang wanita sambil membalas salam tersebut. “

Benarkah ini rumah Sya’ban RA?” Rasul Shallallahu `alaihi Wa Sallam bertanya.
“Ya benar, saya istrinya” jawab wanita tersebut. “
Bolehkah kami menemui Sya’ban RA, yang tadi tidak hadir saat sholat subuh di masjid?” .
Dengan berlinangan air mata istri Sya’ban RA menjawab:
“ Beliau telah meninggal tadi pagi”
InnaliLahi wainna ilaihirojiun…SubhanalLah ,
satu – satunya penyebab dia tidak solat subuh berjamaah adalah karena ajal sudah menjemputnya….

Beberapa saat kemudian istri Sya’ban  bertanya kepada Rasul Shallallahu `alaihi Wa Sallam
“ Ya Rasul ada sesuatu yang jadi tanda tanya bagi kami semua,
yaitu menjelang kematiannya dia berteriak tiga kali dengan masing – masing teriakan disertai satu kalimat.
Kami semua tidak paham apa maksudnya”.
“Apa saja kalimat yang diucapkannya?” tanya Rasul Shallallahu `alaihi Wa Sallam .
Di masing – masing teriakannya dia berucapkalimat

“ Aduuuh kenapa tidak lebih jauh……”

“ Aduuuh kenapa tidak yang baru……. “

“ Aduuuh kenapa tidak semua……”

Rasul Shallallahu `alaihi Wa Sallam pun melantukan ayat yang terdapat dalam surat Qaaf (50) ayat 22 yang artinya:
“ Sesungguhnya kamu berada dalam keadaan lalai dari (hal) ini, maka Kami singkapkan dari padamu hijab (yang menutupi) matamu, maka penglihatanmu pada hari itu amat tajam “

Saat Sya’ban RA dalam keadaan sakratul maut…
perjalanan hidupnya ditayangkan ulang oleh Allah Subhanahu wa Ta’ala .
Bukan cuma itu, semua ganjaran dari perbuatannya diperlihatkan oleh Allah Subhanahu wa Ta’ala .
Apa yang dilihat oleh Sya’ban RA ( dan orang yang sakratul maut) tidak bisa disaksikan oleh yang lain.
Dalam pandangannya yang tajam itu Sya’ban RA melihat suatu adegan di mana kesehariannya dia pergi pulang ke Masjid untuk sholat berjamaah lima waktu.
Perjalanan sekitar 3 jam jalan kaki sudah tentu bukanlah jarak yang dekat. Dalam tayangan itu pula Sya’ban RA diperlihatkan pahala yang diperolehnya dari langkah – langkah nya ke Masjid.
Dia melihat seperti apa bentuk sorga ganjarannya.
Saat melihat itu dia berucap:

“ Aduuuh kenapa tidak lebih jauh……”

Timbul penyesalan dalam diri Sya’ban RA,
mengapa rumahnya tidak lebih jauh lagi supaya pahala yang didapatkan lebih banyak dan sorga yang didapatkan lebih indah.

Dalam penggalan berikutnya Sya’ban RA melihat saai ia akan berangkat sholat berjamaah di musim dingin.
Saat ia membuka pintu berhembuslah angin dinginyang menusuk tulang.
Dia masuk kembali ke rumahnya dan mengambil satu baju lagi untuk dipakainya. Jadi dia memakai dua buah baju.
Sya’ban RA sengaja memakai pakaian yang bagus (baru) di dalam dan yang jelek (butut) di luar.
Pikirnya jika kena debu, sudah tentu yang kena hanyalah baju yang luar, sampai di masjid dia bisa membuka baju luar dan solat dengan baju yang lebih bagus.
Dalam perjalanan ke tengah masjid dia menemukan seseorang yang terbaring kedinginan dalam kondisi yang mengenaskan.
Sya’ban RA pun iba , lalu segera membuka baju yang paling luar dan dipakaikan kepada orang tersebut dan memapahnya untuk bersama – sama ke masjid melakukan sholat berjamaah.
Orang itupun terselamatkan dari mati kedinginan dan bahkan sempat melakukan sholat berjamaah.
Sya’ban RA pun kemudian melihat indahnya sorga yang sebagai balasan memakaikan baju bututnya kepada orang tersebut.
Kemudian dia berteriak lagi :

“ Aduuuh kenapa tidak yang baru……. “

Timbul lagi penyesalan di benak Sya’ban RA.
Jika dengan baju butut saja bisa mengantarkannya mendapat pahala yang begitu besar, sudah tentu ia akan mendapat yang lebih besar lagi seandainya ia memakaikan baju yang baru.

Berikutnya Sya’ban RA melihat lagi suatu adegan saat dia hendak sarapan dengan roti yang dimakan dengan cara mencelupkan dulu ke segelas susu. Bagi yang pernah ke tanah suci sudah tentu mengetahui sebesar apa ukuran roti arab (sekitar 3 kali ukuran rata-rata roti Indonesia)

Ketika baru saja hendak memulai sarapan, muncullah pengemis di depan pintu yang meminta diberikan sedikit roti karena sudah lebih 3 hari perutnya tidak diisi makanan.
Melihat hal tersebut , Sya’ban RA merasa iba .
Ia kemudian membagi dua roti itu sama besar,
demikian pula segelas susu itu pun dibagi dua.
Kemudian mereka makan bersama – sama roti itu yang sebelumnya dicelupkan susu , dengan porsi yang sama…
Allah Subhanahu wa Ta’ala kemudian memperlihatkan ….
ganjaran dari perbuatan Sya’ban RA dengan sorga yang indah.
Demi melihat itu diapun berteriak lagi:

“ Aduuuh kenapa tidak semua……”

Sya’ban RA kembali menyesal .
Seandainya dia memberikan semua roti itu kepada pengemis tersebut tentulah dia akan mendapat sorga yang lebih indah

Masyaallah,

Sya’ban bukan menyesali perbuatannya,
tapi menyesali mengapa tidak optimal.
Sesungguhnya semua kita nanti pada saat sakratul maut akan menyesal tentu dengan kadar yang berbeda, bahkan ada yang meminta untuk ditunda matinya karena pada saat itu barulah terlihat dengan jelas …konsekwensi dari semua perbuatannya di dunia.
Mereka meminta untuk ditunda sesaat karena ingin bersedekah.
Namun kematian akan datang pada waktunya, tidak dapat dimajukan dan tidak dapat diakhirkan

Sering sekali kita mendengar ungkapan – ungkapan berikut :
“ Sholat Isya berjamaah pahalanya sama dengan sholat separuh malam”
“ Sholat Subuh berjamaah pahalanya sama dengan sholat sepanjang malam”
“ Dua rakaat sebelum Shubuh lebih baik dari pada dunia dan isinya”

Namun lihatlah Masjid tetap saja lengang dan terasa longgar.
Seolah kita tidak percaya kepada janji Allah Subhanahu wa Ta’ala .
Mengapa demikian?
Karena apa yang dijanjikan Allah Subhanahu wa Ta’ala itu tidak terlihat oleh mata kita pada situasi normal.
Mata kita tertutupi oleh suatu hijab.
Karena tidak terlihat, maka yang berperan adalah iman dan keyakinan bahwa janji Allah Subhanahu wa Ta’ala tidak pernah meleset.
Allah Subhanahu wa Ta’ala akan membuka hijab itu pada saatnya.
Saat ketika nafas sudah sampai di tenggorokan….

Sya’ban RA telah menginspirasi kita bagaimana seharusnya menyikapi janji Allah Subhanahu wa Ta’ala tersebut.
Namun ternyata dia tetap menyesal sebagaimana halnya kitapun juga akan menyesal.
Namun penyesalannya bukanlah sia – sia.
Penyesalannya karena tidak melakukan kebaikan dengan optimal…..

Mudah-mudahan kisah singkat ini bermanfaat bagi kita semua dalam mengarungi sisa waktu yang diberikan Allah Subhanahu wa Ta’ala kepada kita.

Kerusakan di Akhir Zaman

💢Kerusakan di Akhir Zaman 💢

Kelak ada suatu masa, dimana  roda kehidupan dapat  menggilas keimanan…..
Keimanan hanya tinggal pemikiran yang tak berbekas dalam ucap dan perbuatan

Banyak orang yang baik tapi tak berakal,  ada orang yang berakal tp tak beriman

Ada lidah yang fasih tapi berhati lalai,  ada yang khusu tapi sibuk dalam kesendirian

Ada ahli bid’ah yang mewarisi kesombongan iblis,  ada ahli maksiat yang rendah hati bagaikan seorang sufi.

Ada yang banyak tertawa tp hatinya berkarat,  dan ada yang menangis tapi kufur nikmat

Ada yang murah senyum tapi hatinya mengumpat,  ada yang berhati tulus tapi dengan wajah cemberut

Ada yang berlisan bijak tapi tak memberi teladan,  dan ada pelacur yang tampil bak seorang figur

Ada yang punya ilmu tapi tak paham,  ada yang paham tapi tak menjalankan

Ada yang pinter tapi membodohi,  ada yang bodoh tapi tak tahu diri

Ada yang beragama tapi tak beraklaq,  ada yang beraklaq tapi tak bertuhan

Ada yang bersyukur tapi berhati sombong,  dan ada yang bersabar tapi dalam kebencian

Ada yang berkuasa tapi tak berdaya,  ada yang berdaya tp tak berbuat apa-apa….

Naudzubillah…

Si Fana

Si Fana…..

Dunia yang penuh keindahan dan kemewahan itu bersifat fana….
Termasuk yg ada pada diri kita……
Apalagi harta, tahta dan rupa…..
Maka jangan sampai lupa dan terlena….
Jika kita dah tua dan renta…..
Dan malaikat maut sudah dihadapan kita……
Atau… Alam semesta sudah dihancurkan,  kita mau apa…?
Hanya amal kebaikan saja yg menyertai….
Tapi amal kita seberapa…?
Hanya kita yang tahu dan DIA……
Allah lah yang menghitung dan menghisap nya…
Kalau sudah begitu, surga dan neraka pada akhirnya…

Perguruan tinggi Non Aktif By DIKTI

Melihat banyak kampus yang ditutup oleh Dikti miris juga yah..
Alhamdulillah aku kuliah ditempat yang nggak bermasalah.. ngebayangin kalau sudah ditengah proses perkuliahan dan kampus kita bermasalah.. dudududu.. amit amit dah..

Ini dia penampakan perguruan tinggi yang dinonaktifkan oleh Dikti beserta alamatnya: 

243    STIT Tangerang Raya Yayasan Purgantorio Prop. Banten
242    STAI INSIDA Jakarta Timur    Prop. D.K.I. Jakarta
241    STIT YAPIMA Muara Bungo    Prop. Jambi
240    STIT YAPIS Manokwari    Prop. Papua Barat
239    STAI Syarif Muhammad Raha, Muna, Sulawesi Tenggara  Prop. Sulawesi Tenggara
238    STAI Al-Amanah Jeneponto, Sulawesi Selatan Prop. Sulawesi Selatan
237    STAI Ar-Rosyid Surabaya    Prop. Jawa Timur
236    STAI Al-Qodiri Jember    Prop. Jawa Timur
235    STAI Azzakiyah Ujungberung Bandung    Prop. Jawa Barat
234    STIT Al-Hikmah Tebing Tinggi Sumatera Utara    Prop. Sumatera Utara
233    STAI Al-Ikhlas Sidikalang, Dairi, Sumatera Utara    Prop. Sumatera Utara
232    STAI Sultan Abdul Kahir Bima    Prop. Nusa Tenggara Barat
231    STAI Raden Qosim Lamongan    Prop. Jawa Timur
230    STAI Acprilesma Indonesia    Prop. D.K.I. Jakarta
229    STEI Tiara Rawamangun    Prop. D.K.I. Jakarta
228    Akademi kebidanan Meuligoe Nur Amin    Prop. Aceh
227    Akademi Kebidanan Medica Bakti Nusantara
226    Akademi Keuangan Perbankan Nasional
225    Akademi Pertanian Iskandar Muda **
224    Akademi Teknik Iskandar Muda
223    STIKES Bustanul Ulum Langsa    Prop. Aceh
222    Universitas Darussalam Ambon    Prop. Maluku
221    Akademi Teknologi Borneo    Prop. Kalimantan Timur
220    Akademi Kebidanan Martapura    Prop. Kalimantan Selatan
219    Akademi Bisnis Internasional Samarinda    Prop. Kalimantan Timur
218    Akademi Pariwisata Nasional Samarinda    Prop. Kalimantan Timur
217    ASMI KMPI Samarinda    Prop. Kalimantan Timur
216    Akademi Manajemen Koperasi Barabai    Prop. Kalimantan Selatan
215    STIE Prima Visi    Prop. Kalimantan Timur
214    Sekolah Tinggi Bahasa Asing Dinamik    Prop. Kalimantan Selatan
213    Politeknik Tri Dharma    Prop. Sumatera Barat
212    Akademi Akuntansi Permata Harapan Batam
211    Akademi Bahasa Asing Permata Harapan
210    Akademi Manajemen Informatika Dan Komputer Gici
209    Akademi Bahasa Asing Jambi    Prop. Jambi
208    Akademi Bahasa Asing Tanjung Pinang
207    Akademi Keselamatan Dan Kesehatan Kerja Pekanbaru    Prop. Riau
206    Akademi Telekomunikasi Indonesia Jambi
205    Akademi Bahasa Asing Alaska Padang    Prop. Sumatera Barat
204    Akademi Teknik Taman Siswa    Prop. Sumatera Barat
203    Akademi Teknologi Pratama    Prop. Sumatera Barat
202    Akademi Sekretari Dan Manajemen Jambi
201    Akademi Manajemen Koperasi Graha Karya    Prop. Jambi
200    Akademi Sekretari Dan Manajemen Indonesia Padang
199    Akademi Koperasi Sumbar
198    STIE Prakarti Mulya    Prop. Riau
197    STIE Widyaswara Indonesia
196    STKIP Widyaswara Indonesia
195    Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Karimun    Prop. Kepulauan Riau
194    Sekolah Tinggi Teknik Bentara Persada Batam
193    Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi Jambi    Prop. Jambi
192    Sekolah Tinggi Ilmu Manajemen Sumbar    Prop. Sumatera Barat
191    Politeknik Internasional Indonesia Makassar    Prop. Sulawesi Selatan
190    Akademi Kebidanan Gunung Sari Makassar
189    Akademi Kebidanan Graha Rabita Anugerah    Prop. Sulawesi Selatan
188    Akademi Kebidanan Bambapuang Prima Persada
187    Akademi Keperawatan Pemda Sengkang    Prop. Sulawesi Selatan
186    Akademi Parawisata Kendari
185    Akademi Teknik Otomotive Makassar    Prop. Sulawesi Selatan
184    Akademi Pertambangan Makassar
183    Akademi Analis Kimia Yapika Makassar
182    Akademi Bahasa Asing Barakati Kendari    Prop. Sulawesi Tenggara
181    ASMI Yapika Makassar
180    Akademi Pariwisata Dian Rana Rantepao
179    Akademi Pariwisata YPAG Makassar
178    Akademi Manajemen Perusahaan Makassar
177    STIKES Muhammadiyah Sidrap    Prop. Sulawesi Selatan
176    Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Bina Bangsa Majene    Prop. Sulawesi Barat
175    Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Yapika    Prop. Sulawesi Selatan
174    STMIK Samudra Bitung
173    Sekolah Tinggi Ilmu Pariwisata Tamalatea Makassar    Prop. Sulawesi Selatan
172    Sekolah Tinggi Teknik Mekongga Kolaka
171    Sekolah Tinggi Teknologi Dirgantara Makassar
170    Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi Panca Bhakti Palu, Sulawesi Tengah
169    Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi Swadaya Manado    Prop. Sulawesi Utara
168    STMIK Matuari    Prop. Sulawesi Utara
167    Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi Budi Utomo Manado    Prop. Sulawesi Utara
166    Sekolah Tinggi Ilmu Hukum Al Gazali Soppeng    Prop. Sulawesi Selatan
165    Institut Kesenian Makassar    Prop. Sulawesi Selatan
164    Universitas Indonesia Timur    Prop. Sulawesi Selatan
163    Universitas Sari Putra Indonesia Tomohon    Prop. Sulawesi Utara
162    Universitas Alkhairaat    Prop. Sulawesi Tengah
161    Universitas Veteran Republik Indonesia    Prop. Sulawesi Selatan
160    Akademi Manajemen Surya Mataram
159    Akademi Teknik Bima    Prop. Nusa Tenggara Barat
158    STIKES Yahya Bima    Prop. Nusa Tenggara Barat
157    Sekolah Tinggi Teknik Bima    Prop. Nusa Tenggara Barat
156    STKIP Indonesia Kupang
155    Sekolah Tinggi Teknologi Dan Kejuruan Gianyar
154    Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Jembrana    Prop. Bali
153    Sekolah Tinggi Ilmu Teknologi Kelautan
152    Universitas PGRI Kupang    Prop. Nusa Tenggara Timur
151    AMIK Aji Jaya Baya    Prop. Jawa Timur
150    Akademi Pariwisata Bhakti Wiyata    Prop. Jawa Timur
149    Akademi Peternakan PGRI Jember    Prop. Jawa Timur
148    Akademi Bahasa Asing Webb    Prop. Jawa Timur
147    Akademi Teknik Nasional Sidoarjo    Prop. Jawa Timur
146    Akademi Teknologi Industri Tekstil Surabaya    Prop. Jawa Timur
145    Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi Pemuda    Prop. Jawa Timur
144    Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi Pemnas Indonesia    Prop. Jawa Timur
143    Sekolah Tinggi Teknik Widya Darma    Prop. Jawa Timur
142    Sekolah Tinggi Teknik Budi Utomo    Prop. Jawa Timur
141    Sekolah Tinggi Ilmu Hukum Sunan Giri    Prop. Jawa Timur
140    STKIP Tri Bhuwana    Prop. Jawa Timur
139    Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi Pariwisata Satya Widya
138    Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi Artha Bodhi Iswara
137    Institut Sains Dan Teknologi Palapa
136    IKIP PGRI Jember    Prop. Jawa Timur
135    IKIP Budi Utomo    Prop. Jawa Timur
134    Institut Teknologi Pembangunan Surabaya
133    Universitas Kahuripan Kediri    Prop. Jawa Timur
132    Universitas Cakrawala    Prop. Jawa Timur
131    Universitas PGRI Ronggolawe    Prop. Jawa Timur
130    Universitas Nusantara PGRI Kediri    Prop. Jawa Timur
129    Universitas Teknologi Surabaya    Prop. Jawa Timur
128    Universitas Bondowoso    Prop. Jawa Timur
127    Universitas Mochammad Sroedji    Prop. Jawa Timur
126    Universitas Darul ulum    Prop. Jawa Timur
125    Politeknik Surakarta    Prop. Jawa Tengah
124    Politeknik Jawa Dwipa
123    AMIK PGRI Kebumen    Prop. Jawa Tengah
122    Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi Muhammadiyah Cilacap    Prop. Jawa Tengah
121    Akademi Seni Rupa Dan Desain Akseri    Prop. D.I. Yogyakarta
120    Akademi Teknologi Otomotif Nasional    Prop. D.I. Yogyakarta
119    Akademi Sekretari Dan Manajemen Indonesia Bantul    Prop. D.I. Yogyakarta
118    Akademi Keuangan Dan Perbankan YIPK    Prop. D.I. Yogyakarta
117    Akademi Bahasa Asing YIPK Yogyakarta    Prop. D.I. Yogyakarta
116    Akademi Kesejahteraan Sosial Tarakanita    Prop. D.I. Yogyakarta
115    STMIK Pelita Nusantara Yogyakarta    Prop. D.I. Yogyakarta
114    Politeknik LP3I Bandung    Prop. Jawa Barat
113    Politeknik Manufaktur Igasa Pindad
112    Politeknik Industri Dan Niaga Bandung
111    Akademi Refraksi Optisi Polycore Indonesia
110    Akademi Kebidanan Al-Ishlah Cilegon    Prop. Banten
109    Akademi Teknologi Telekomunikasi Bandung
108    AMIK PGRI Tangerang
107    Akademi Surtasdal-As Bogor    Prop. Jawa Barat
106    Akademi Teknologi Aeronautika Siliwangi
105    Akademi Akuntansi Era 2020
104    Akademi Komunikasi Radio Dan Televisi Hutama
103    Akademi Teknologi Bandung
102    Akademi Sekretari Dan Manajemen Al-Ma soem    Prop. Jawa Barat
101    Akademi Teknologi Patriot
100    Akademi Kesenian Bogor    Prop. Jawa Barat
99    Akademi Pariwisata Tadika Puri    Prop. Jawa Barat
98    Akademi Bahasa Asing YPKK Tangerang    Prop. Banten
97    Akademi Sekretari Dan Manajemen Bhakti
96    Akademi Manajemen Informatika Dan Komputer Yasika    Prop. Jawa Barat
95    STIE ISM    Prop. Banten
94    Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi Hidayatullah Depok    Prop. Jawa Barat
93    Sekolah Tinggi Teknologi Muhammadiyah Karawang
92    Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi Gici    Prop. Jawa Barat
91    Sekolah Tinggi Teknologi Pratama Adi    Prop. Jawa Barat
90    Sekolah Tinggi Teknologi Geusan Ulun    Prop. Jawa Barat
89    Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Bakti Indonesia
88    Sekolah Tinggi Ilmu Hukum Dharma Andhiga    Prop. Jawa Barat
87    Sekolah Tinggi Ilmu Sosial Dan Ilmu Politik Bekasi    Prop. Jawa Barat
86    Sekolah Tinggi Teknologi Mitra Karya    Prop. Jawa Barat
85    Sekolah Tinggi Teknologi Telematika Cakrawala    Prop. Jawa Barat
84    STMIK Triguna Utama    Prop. Banten
83    STMIK Padjadjaran
82    Sekolah Tinggi Teknik Cikarang
81    Sekolah Tinggi Teknologi Nasional Bandung
80    Sekolah Tinggi Ilmu Manajemen Budi Bakti    Prop. Jawa Barat
79    Sekolah Tinggi Teknologi Ar-rahmah Cianjur
78    Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Bina Putra Banjar    Prop. Jawa Barat
77    STISIP Bina Putera Banjar    Prop. Jawa Barat
76    Sekolah Tinggi Ilmu Teknik Bina Putra    Prop. Jawa Barat
75    Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi Tribuana Tambun    Prop. Jawa Barat
74    Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Cirebon    Prop. Jawa Barat
73    Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi Dharma Agung Bandung    Prop. Jawa Barat
72    Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi Adhy Niaga    Prop. Jawa Barat
71    Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi Pandu Madania    Prop. Jawa Barat
70    STMIK Mikar    Prop. Jawa Barat
69    Universitas Purwakarta    Prop. Jawa Barat
68    Universitas Majalengka    Prop. Jawa Barat
67. Akademik Kebidanan Sulih Bangsa, Prop.D.K.I. Jakarta
66    Politeknik Bunda Kandung    Prop. D.K.I. Jakarta
65    Akademi Perekam Medis Dan Informasi Kesehatan
64    Akademi Sekretari Dan Manajemen Pitaloka
63    Akademi Manajemen Informatika Dan Komputer Yapri
62    AMIK Mpu Tantular
61    Akademi Akuntansi Bentara Indonesia    Prop. D.K.I. Jakarta
60    AMIK Andalan Jakarta
59    Akademi Sekretaris ISWI Jakarta
58    Akademi Pertamanan Interstudi
57    Akademi Sekretari Dan Manajemen Purnama
56    Akademi Keuangan Dan Perbankan LPI
55    Akademi Keuangan Dan Perbankan YPK    Prop. D.K.I. Jakarta
54    Akademi Akuntansi Artawiyata Indo-lpi    Prop. D.K.I. Jakarta
53    STMIK Eresha    Prop. D.K.I. Jakarta
52    Sekolah Tinggi Desain Interstudi    Prop. D.K.I. Jakarta
51    Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi Santa Ursula    Prop. D.K.I. Jakarta
50    STIBA Indonesia LPI    Prop. D.K.I. Jakarta
49    STKIP Suluh Bangsa    Prop. Banten
48    Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi Dwipa Wacana    Prop. D.K.I. Jakarta
47    STKIP Albana    Prop. D.K.I. Jakarta
46    Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi Ganesha    Prop. D.K.I. Jakarta
45    Sekolah Tinggi Manajemen Imni    Prop. D.K.I. Jakarta
44    STISIP Pusaka Nusantara
43    Sekolah Tinggi Teknologi Kelautan Hatawana    Prop. D.K.I. Jakarta
42    Sekolah Tinggi Manajemen Industri Indonesia
41    Sekolah Tinggi Teknologi Indonesia
40    Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi Nasional Indonesia
39    Sekolah Tinggi Keuangan Niaga & Negara Pembangunan    Prop. D.K.I. Jakarta
38    Sekolah Tinggi Ilmu Administrasi Yapann    Prop. D.K.I. Jakarta
37    STKIP Purnama    Prop. D.K.I. Jakarta
36    Universitas Kejuangan 45 Jakarta    Prop. D.K.I. Jakarta
35    Universitas Islam Attahiriyah    Prop. D.K.I. Jakarta
34    Universitas Ibnu Chaldun    Prop. D.K.I. Jakarta
33    Akademi Kebidanan Sapta Karya    Prop. Sumatera Selatan
32    Akademi Keperawatan Sapta Karya    Prop. Sumatera Selatan
31    Akademi Perikanan Wachyuni Mandira    Prop. Sumatera Selatan
30    Akademi Analis Kesehatan Widya Dharma    Prop. Sumatera Selatan
29    Akademi Akuntansi Unggulan SMB Palembang    Prop. Sumatera Selatan
28    STKIP Sera    Prop. Sumatera Selatan
27.   Politeknik Wilmar Busnis Indonesia  Prop. Sumatera Utara
26    Politeknik Yanada    Prop. Sumatera Utara
25    Politeknik Trijaya Krama    Prop. Sumatera Utara
24    Politeknik Tugu 45 Medan    Prop. Sumatera Utara
23    Politeknik Profesional Mandiri    Prop. Sumatera Utara
22    Akademi Kebidanan Eunice Rajawali Binjai    Prop. Sumatera Utara
21    Akademi Kebidanan Dewi Maya    Prop. Sumatera Utara
20    Akademi Kesehatan Lingkungan Binalita Sudama    Prop. Sumatera Utara
19    Akademi Kebidanan Jaya Wijaya    Prop. Sumatera Utara
18    AMIK Intelcom Global Indo Kisaran    Prop. Sumatera Utara
17    Akademi Manajemen Informatika Dan Komputer Medan    Prop. Sumatera Utara
16    AMIK Stiekom Sumatera Utara    Prop. Sumatera Utara
15    Akademi Sekretari Manajemen Lancang Kuning    Prop. Sumatera Utara
14    Akademi Teknologi Lorena    Prop. Sumatera Utara
13    Akademi Manajemen Gunung Leuser    Prop. Sumatera Utara
12    Akademi Pertanian Gunung Sitoli    Prop. Sumatera Utara
11    Akademi Keuangan Perbankan Swadaya Medan    Prop. Sumatera Utara
10    Sekolah Tinggi Kelautan Dan Perikanan Indonesia    Prop. Sumatera Utara
9    Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi Riama    Prop. Sumatera Utara
8    Sekolah Tinggi Teknik Graha Kirana    Prop. Sumatera Utara
7    Sekolah Tinggi Teknik Pelita Bangsa    Prop. Sumatera Utara
6    Sekolah Tinggi Ilmu Hukum Benteng Huraba    Prop. Sumatera Utara
5    Sekolah Tinggi Bahasa Asing Swadaya Medan    Prop. Sumatera Utara
4    Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi Swadaya Medan    Prop. Sumatera Utara
3    STKIP Riama    Prop. Sumatera Utara
2    Universitas Setia Budi Mandiri    Prop. Sumatera Utara
1    Universitas Preston Indonesia    Prop. Sumatera Utara

Sumber : MetroTv

Imigrasi one day service (Lanjutan)

20151001151044

Melanjutkan tentang Imigrasi one day service di Mall Maspion Surabaya, kemarin 01 Oktober 2015 sahabat saya mencoba kesana dan mendapatkan Nomer antrian ke 41 padahal datang jam 07.30,

  • Menulis daftar antri di kertas atau semacam buku antrian saat itu daoat nomer 41
  • Jam 08 Satpam memanggil sesuai nama antrian yang tertulis sambil menunggu Mall Buka
  • Ketika Mall buka siapkan dokumen yang dibutuhkan (foto copy dokumen dan data asli) jangan lupa disiapkan dan prosesi ini juga ada sesi pembagian form untuk diisi secara tepat dan tepat
  • Isi form dengan huruf Kapital agar memudahkan untuk si Petugas membaca data yang diisi, setelah selesai ngisi form semua dokumen dimasukkan Map yang sudah kita sediakan sebelumnya (Jangan lupa dikasih tulisan nama kita Mapnya..kalau nggak bisa balik lagi kebelakang kalau nggak diisi Nama di Map). Proses isi form ini siapa cepat dia dapat.. makin cepet makin cepet kita dipanggil J
  • Sesi wawancara dan foto dan setelahnya kita dikasih form pembayaran yang musti kita bayar ke Bank BNI terdekat ( saying di Maspion Mall nggak ada BNI jadi terpaksa bayar dideket rumah)
  • Bukti pembayaran BNI dan form pengambilang paspor jangan lupa dibawa ketika proses pengambilan Paspor (dua-duanya harus dibawa kalau nggak masu repot), pembayaran adalah Rp. 355ribu

.20151001151056
20151001151156
Wah boleh juga nih nyoba Imigrasi One day service nya di Maspion buat keluarga dekat kita

Mau coba?

foto by sahabat saya Mama Arkan