Masjid Nabawi dan Raudhah

hati siapa yang tidak senang ketika di Nabawi Madinah? pahala sholat yang diberikan berlipat-lipat daripada sholat atau ibadah di masjid kita di tanah air. disana ada sebuah tempat namanya RAUDHAH

Secara bahasa, “Raudhah” berarti taman. Raudhah merupakan salah satu ruangan di Masjid Nabawi yang banyak dimasuki jamaah untuk memanjatkan doa. Ia terletak di antara kamar Nabi dan mimbar untuk berdakwah.  Luas Raudhah dari arah Timur ke Barat sepanjang 22 m dan dari Utara ke Selatan sepanjang 15 m

Di antara rumahku dan mimbarku terletak sebuah raudhah (taman) dari taman-taman surga. Mimbarku ada di atas telagaku (HR Abu Hurairah RA)

Para ahli hadits menafsirkan taman surga sebagai tempat Allah SWT menurunkan rahmat dan kebahagian-Nya karena dilakukan zikir serta pemujaan kepada Allah SWT.

Taman surga di sini bukan berarti sesuai deskripsi surga dalam AlQuran yang dijanjikan Allah sebagai balasan kebaikan di akhirat nanti. Tapi merupakan taman yang mulia, di mana beribadah di dalamnya menghadirkan rasa khusyu mendalam, tiap doa yang dipanjatkan di dalamnya sangat mudah diijabahi. Sebagaimana taman yang selalu memberi rasa tenang dan rasa segar, ketenangan dan kesegaran yang didapat di Raudhah ini pada level yang membuat kita tak banyak menunda untuk berkata, “ya, ini taman surga”

Raudhah sendiri ditandai dengan karpet Hijau, jadi jika selama anda amsih menginjak karpet merah itu bukan termasuk raudhah tapi di amsjid nabawi. kalau sudah Hijau iya itu benar Raudhah

Jpeg
Interior dan ornamen masjid Nabawi
Jpeg
Ornamen lampu masjid NABAWI
Jpeg
Suasana antrian di makam Rosulullah yang disampingnya ada makam Umar R.A dan Abu Bakar R.A
Jpeg
Tanda masjid Rosulullah sebelum perluasan Masjid (Tulisan “Masjid Rosulullah warna Hijau)
Jpeg
Rosulullah tercinta
Jpeg
Karpet Masjid Nabawi
Jpeg
Karpet Raudhah
Jpeg
Rosulullah tercinta
Jpeg
Abu Bakar dan Umar RA
Jpeg
Deretan Mushaf yang siap dibawa hampir disetiap pojok Masjid dan ditengah barisan Shaf
Jpeg
Kubah Hijau? itulah dibawahnya Raudhah

Mungkin anda bertanya, kenapa Makam Ali dan Ustman RA tidak ada disebelah Rosulullah? karena sahabat-sahabat tersebut dimakamkan di Makam Baqi, makam Baqi ada diluar dari masjid dan bisa kita kesana sesudah waktu shalat Shubuh dan kalau siang tutup

Wallahu a’lam

 

 

 

Advertisements

Grosir kurma Madinah

Kurma yang identik dengan ramadhan, sangat mudah kita jumpai di KSA, baik mekah maupun madinah mudah dijumpai dijalan-jalan maupun masjid suka ada yang membagikannya secara gratis. yang ngasih gratis biasanya mengharap Ridho Alloh karena bersedekah kepada Muslim lainnya sesuai anjuran Rosul
pada perjalanan City Tour biasanya ada sesi menuju kebun Kurma. disana banyak dijumpai macam-macam kurma dan coklat aneka rasa serta kacang-kacang arab yang sering kita jumpai ketika musim haji tiba.

Ketika sampai di kebon kurma, pikiran semua orang pasti akan berpikir “wah kebon kurma pasti jauh lebih murah daripada beli ditempat lain”
dan ketika sesampainya disana, betul banyak Bapak/Ibu yang ngeborong Kurma, coklat dan kacang serta yang ada disana.

sehari sebelum ke kebun Kurma alhamdulillah saya sudah coba hunting-hunting di Madinah dimana tempat Kurma grosir dan murah…alhamdulillah nemu mpatnya, saya beli sekedarnya dan alhamdulillah dapat harga terbaik. selain banyak pedagang disana.. banyak juga saudara kita dari Indonesia yang berjualan disana entah join atau jadi pegawai toko-toko tersebut. jadi ketika ke kebun kurma saya hanya melihat-lihat tanpa berbelanja..

Jpeg
Pak SN sedang belanja di Kebon Kurma

pasar kurma1

Pasar Kurma diujungnya Masjid Nabawi

pasar kurma2
Ruko-ruko inilah tempat belanja Kurma termurah( semua coba gratis.. mau sekilo juga gratis kata Abangnya 😀 )

jadi menurutku kalau mau belanja kurma di Pasar Kurma saja dibelakang Nabawi bukan yang lain

 

Jika anda mau kesana, ikuti saja link Google maps ini –> Dates Market Madinah

disana saya ketemu Pak Muhammad yang asli Ciamis dan menawarkan kalau mau jualan kurma di Indonesia beliau bisa kirim ke Indonesia dengan biaya Per 1Kg ongkos kirimnya 10 Riyal dengan minimum pengiriman adalah 20Kg.. saya bilang terima kasih dan minta No Hp beliau yang ada whatsapp nya siapa tahu dilain waktu mau berbisnis kurma yang asli dari Madinah. wallahu a’lam

Salam hemat,

@Gresik, 26 Des 2016

Umroh – Zam-zam disudut masjid

Air zam-zam sudah tiada diragukan lagi khasiatnya, baik yang muslim ataupun Non Muslim banyak percaya kalau Zam-zam sangat berkhasiat terhadap segala penyakit. seperti hadist dibawah ini :

إِنَّهَا مُبَارَكَةٌ إِنَّهَا طَعَامُ طُعْمٍ

Sesungguhnya air zam-zam adalah air yang diberkahi, air tersebut adalah makanan yang mengenyangkan.”[2]

Kalau di Indonesia negeri kita tercinta, mau konsumsi Air tersebut musti beli atau kalau ada tetangga atau teamn yang dari Arab biasanya kita dikasih biarpun sedikit tapi bisa kita dapat.
lain lagi ketika ke masjid Haram makkah maupun madinah, disetiap sudut masjid semua ada termos-termos ukuran medium yang diisi air Zam-zam yang siap-konsumsi bagi semua jamaah masjid yang sedang berkunjung.

Jpeg
Dibelakang Masjid dekat pintu utama Nabawi, Zam-zam siap didistribute ke dalam masjid
Jpeg
Banyak juga ternyata, Bapak-bapak ini adalah tukang control tiap termos dan tidak boleh kosong termosnya
Jpeg
Zam-zam didalam Masjid haram Nabawi
Jpeg
Zam-zam di Masjid Haram Mekkah

karena saking senangnya setiap ke masjid biasanya saya membawa botol air minum yang sudah saya siapkan dari tanah air yang siap diisi dan saya bawa kemana saja selama di tanah haram tersebut. alhamdulillah dan maha besar Alloh atas segala kenikmatan yang diberikan kepada kita manusia.

semoga dengan banyak konsumsi Air zam-zam semua penyakit kita diangkat oleh Alloh. Amiin

Umroh – bawa mata uang rupiah?

Berangkat ke Arab pertama kali memang suatu pengalaman pertama kali, banyak persiapan-persiapan yang harus disiapkan dan satunya adalah uang untuk belanja atau selama kebutuhan disana.
Banyak diantara kita yang belum tahu pasti sudah heboh tukar uang disini buat jaga-jaga kalau disana tidak ada Penukaran uang dan ATM yang ditemui alih-alih dapat rate murah(karena asumsi di negeri sendiri adalah murah rate-nya) yang didapat adalah kalau dilihat lebih mahal rate-nya

misalnya pecahan 1 SAR= Rp.4000 , Pecahan 5 SAR = 3900, dan 50 atau 100 SAR = Rp. 3800 (Semakin kecil pecahan semakin mahal dan ini dialami Ibuku sendiri) *Rate desember 2015

Pikir punya pikir ah nanti saja, masa iya sih disana nggak ada ATM atau tempat penukaran uang? pasti adalah “pikirku”
dan kalaupun benar maka aku akan tukar disana saja

sesampainya di Jeddah (Bandara King Abdul Aziz) sambil menunggu koper paspor dll maka iseng-iseng aku muterin bandara dan ternyata menemukan ATM disalah satu sudutnya, iseng-iseng colok dan pilihannya ada In English dan In Arabian. Alhamdulillah
dawood1

dan benar setelah ambil senilai 1000 SAR dan iseng cek di Internet banking rate-nya adalah 1 SAR = Rp. 3.780,- ah so lucky.. ternyata nilai tukar di KSA jauh lebih murah daripada menukar uang Riyal di Indonesia. Alhamdulillah

di Makkah juga begitu, banyak ATM tersebar  baik di Mall dekat Haram (dibawahnya Zam-zam tower) maupun di ruko-ruko yang tersebar didekat haram banyak sekali ATM yang bisa kita gunakan asal ATM dari bank provider kita ada disana misalnya (Mastercard, Alto dan sejenisnya)

Jpeg
Zam-Zam Tower

disekitaran Haram juga banyak Tempat Hypermarket yang menyediakan pembayaran dengan Rupiah dan langsung diconvert ke SAR salah satunya adalah raksasa Hypermart Bin Dawood. di kasir tersedia table rate ketika kita membayar memakai rupiah atau memakai currency lain langsung diconvert ke SAR

Jpeg
Bin Dawood, dibawah tulisan ini agak kekiri juga ada ATM
Jpeg
Museum (ini bukan Museum beneran tapi nama Tokonya “Museum” )
Jpeg
Rp. 100rb = 26 SAR

Meskipun di Hypermarket ada langsung convert ke SAR saya lebih suka menukar uang di tempat penukaran uang, selain lebih murah disana juga capat. Kalau di Dawood Rp. 100rb = 26 SAR, di penukaran per Rp. 1Jt = 265SAR dengan rate Rp. 3780 = 1 SAR

Jpeg
Money Changer di Madinah, depannya Masjid Nabawi

Intinya uang Rupiah kita berlaku di KSA, mau ngasih sedekat Mas-mas yang bersih-bersih masjid juga bisa pakai rupiah(minimal Rp. 50rb, karena kalau pecahan lebih kecil tidak laku di Arab sono yah..)

jadi jangan takut bawa rupiah ke KSA temans..

Salam,

@Gresik, 26 Des 2015

 

Umroh – Persiapan non teknis

Beberapa persiapan yang harus disiapkan sebelum berangkat menjalankan ibadah Umroh adalah hal-hal kecil untuk keperluan pribadi dan sebagai penunjang kegiatan sehari-hari disana, berikut adalah rangkuman dari hal-hal kecil tersebut:

– Wanita (baju gamis, baju dalam, mukena ihrom)

– Pria  (baju koko maks 5 pcs (sesuai kebutuhan)

– Celana gamis pria maks 5 pcs (sesuai kebutuhan)

– Kaos dalam putih maks 5 pcs (sesuai kebutuhan)

– Handuk kecil (sesuai kebutuhan)

– Handuk besar untuk mandi — di hotel ada, disarankan bawa saja jika dibutuhkan.

– Celana dalam secukupnya

– Kain sarung maks 2 helai + alat sholat (sesuai kebutuhan)

– Kelengkapan ihrom (kain+sabuk)

– Kaos kaki

– alat mandi lengkap (tidak membawa isi mililiter. > 150ml

disarankan di taruh di bagasi)

– Obat2an pribadi (boleh dibawa di kabin) terutama bagi yang mempunyai penyakit khusus

– Untuk daya tahan tubuh biasanya aku bawa imboost, lainnya yg sejenis juga bisa

– Charger Handphone

– Power bank yangmumpuni MAH-nya

– Colokan 3 kaki

– Sunblock

– Lipbalm agar bibir tidak pecah-pecah

– Hazeline atau sejenisnya untuk telapak kaki agar tidak pecah-pecah

– Sandal yang nyaman, disana pun ada yg jual sandal

– Colokan kaki tiga Internasional

– Kamera ( jika perlu) tidak usah DSLR

– Uang secukupnya (menurut pengalamanku sih bawa uang secukupnya di ATM dan ambil di ATM di KSA jauh lebih murah rate-nya daripada di Indonesia atau juga banyak Money Changer yang tersebar didekat Masjidil haram Mekkah dan Juga Madinah, paling bawa secukupnya buat beli jajanan di Bandara saja sambal menunggu proses Imigrasi)

– Kacamata hitam

– Pas foto 1 lembar

– Kursi roda jika yang memerlukan

– Masker muka mengingat al haram sdg renovasi

– Sweater + syal

– Tas untuk simpan sendal _disarankan dibawa saat ibadah atau disimpan didalam yg aman (jgn dipenitipan sendal)

-ID Jamaah agar selalu dipergunakan.

Hal-hal yang Tidak diperkenankan dibawa dalam kabin  :

– Minyak kayu putih masuk bagasi saja jgn di cabin ya…

-Gunting

-Gunting kuku,

-Silet

-Cutter

– Alat cukur kumis

– Pemantik api, korek api gas,

-Korek api kayu

– Cairan yg melebihi 150ml

-Senjata tajam atau api

– Bahan mudah meledak atau terbakar

– Makanan2 yang menimbulkan bau menyengat atau dengan skala berlebihan kuantitinya jika dimasukkan ke kabin. mau bawa rendang wrappingnya harus super kuat agar baunya tdk keluar..

 

Demikian yang bisa disiapkan agar ibadah kita lebih nyaman

 

 

Umroh – Persiapan

Umroh? Apa yang terbayang dipikiran anda? Suatu ibadah yang perlu dana banyak? Pasti kalau itu. Semurah-murahnya umroh pasti bayarnya diatas 10Juta-an. Alhamdulillah tahun ini berkesempatan pergi bersama teman-teman kantor dan tak lupa mengajak serta Ibu mertua karena Ibu dan Bapakku sendiri sudah tiada, alhamdulillah
Persiapan demi persiapan tentunya harus dilakukan agar Ibadah umroh berjalan lancer tanpa hambatan. Yang harus disiapkan adalah :

  1. Pendaftaran
  • Karena ini sifatnya kolektif dan tinggal daftar ke Travel yang bekerjasama sama kantor jadi jauh lebih mudah karena dikantor ada PIC nya yang mengurusi suatu hal dan jika kurang langsung diinfokan kekita
  • Jika tidak, pilihlah travel yang terpercaya dengan reputasi baik, untuk antisipasi penipuan yang sering terjadi dimasa-masa belakangan ini
  • Pilihlah travel yang sesuai dengan kota anda. Karena ini akan memudahkan ketika berangkat kota atau bandara sebagai titik kumpul akan lebih dekat atau mungkin penerbangan langsung ke kota anda dari Jeddah (Misalnya : Jeddah – Jakarta, atau Jeddah Surabaya)
  1. Dokumen, diantaranya :
  • Paspor (dengan 3 suku kata)
  • Kartu Kuning (suntik meningitis) juga Vaksin Influenza ketika sebelum berangkat minimal 1 bulan sebelum keberangkatan
  • Kartu keluarga
  • Buku Nikah (Jika berangkat bersama pasangan)
  • Akte lahir (Jika berangkat sendiri)
  • Surat keterangan ijin Umroh dari keluarga( untuk yang sudah berumur dan pergi sendiri
  • Surat Mahram untuk Perempuan dibawah 45 Tahun yang beranglat sendiri
  1. Pengetahuan tentang Umrah dan Juga sejarah-sejarah Islam termasuk nabi dan sahabat

Luruskan niat, banyak yang berUmrah tapi niatnya pergi keluar negeri saja atau biar tahu negeri lain, ayo luruskan niat ketika disana kita akan beribadah dan berkunjung ke rumah Alloh dan memenuhi panggilannya..

Ketika umroh mutlak diperlukan pengetahuan apa sih ibadah ini? Bagaimana berumrah dengan baik(Tata cara ihram, tata cara Thawaf, Tahalul beserta larangan-larangannya ketika sudah berniat Ihram karena ketika melanggar larangan-larangan tersebut maka akan kena Dam/Denda)

Ketika berihram yang dimulai dari Miqot yang sudah ditentukan Rosulullah, maka larangan-larangannya harus dijalankan –> Larangan

Mempelajari sejarah nabi Muhammad, bagaimana islam dimulai, masjid dan tempat-tempat bersejarah baik yang berada di Mekkah maupun Madinah

Hafalkan doa Safar, doa sholat jama’ atau Qosor (Ini mutlak diperlukan ketika dalam perjalanan sholat bisa kita jama’ dan ini boleh)

  1. Hafalkan rangkaiannya dan jangan melompatinya

Ibadah Umrah salah satunya adalah tertib dalam beribadah, dalam rukunnya adalah :

Ihram, Thawaf, Sa’I, Tahallul dan juga tertib

  1. Persiapan Non Teknis

Diantara persiapan Non Teknis adalah membawa perlengkapan dan juga kebutuhan kita selama ditanah suci, bisa ditemukan –> Persiapan Non Teknis

 

 

Umroh – Larangan ketika berihram

Larangan ihram yang seandainya dilakukan oleh orang yang berhaji atau berumroh, maka wajib baginya menunaikan fidyah, puasa, atau memberi makan. Yang dilarang bagi orang yang berihram adalah sebagai berikut:

  1. Mencukur rambut dari seluruh badan (seperti rambut kepala, bulu ketiak, bulu kemaluan, kumis dan jenggot).
  2. Menggunting kuku.
  3. Menutup kepala dan menutup wajah bagi perempuan kecuali jika lewat laki-laki yang bukan mahrom di hadapannya.
  4. Mengenakan pakaian berjahit yang menampakkan bentuk lekuk tubuh bagi laki-laki seperti baju, celana dan sepatu.
  5. Menggunakan harum-haruman.
  6. Memburu hewan darat yang halal dimakan. Yang tidak termasuk dalam larangan adalah: (1) hewan ternak (seperti kambing, sapi, unta, dan ayam), (2) hasil tangkapan di air, (3) hewan yang haram dimakan (seperti hewan buas, hewan yang bertaring dan burung yang bercakar), (4) hewan yang diperintahkan untuk dibunuh (seperti kalajengking, tikus dan anjing), (5) hewan yang mengamuk (Shahih Fiqh Sunnah, 2: 210-211)
  7. Melakukan khitbah dan akad nikah.
  8. Jima’ (hubungan intim). Jika dilakukan sebelum tahallul awwal (sebelum melempar jumroh Aqobah), maka ibadah hajinya batal. Hanya saja ibadah tersebut wajib disempurnakan dan pelakunya wajib menyembelih seekor unta untuk dibagikan kepada orang miskin di tanah suci. Apabila tidak mampu, maka ia wajib berpuasa selama sepuluh hari, tiga hari pada masa haji dan tujuh hari ketika telah kembali ke negerinya. Jika dilakukan setelah tahallul awwal, maka ibadah hajinya tidak batal. Hanya saja ia wajib keluar ke tanah halal dan berihram kembali lalu melakukan thowaf ifadhoh lagi karena ia telah membatalkan ihramnya dan wajib memperbaharuinya. Dan  ia wajib menyembelih seekor kambing.
  9. Mencumbu istri di selain kemaluan. Jika keluar mani, maka wajib menyembelih seekor unta. Jika tidak keluar mani, maka wajib menyembelih seekor kambing. Hajinya tidaklah batal dalam dua keadaan tersebut (Taisirul Fiqh, 358-359).

Tiga keadaan seseorang melakukan larangan ihram

  1. Dalam keadaan lupa, tidak tahu, atau dipaksa, maka tidak ada dosa dan tidak ada fidyah.
  2. Jika melakukannya dengan sengaja, namun karena ada uzur dan kebutuhan mendesak, maka ia dikenakan fidyah. Seperti terpaksa ingin mencukur rambut (baik rambut kepala atau ketiaknya), atau ingin mengenakan pakaian berjahit karena mungkin ada penyakit dan faktor pendorong lainnya.
  3. Jika melakukannya dengan sengaja dan tanpa adanya uzur atau tidak ada kebutuhan mendesak, maka ia dikenakan fidyah ditambah dan terkena dosa sehingga wajib bertaubat dengan taubat yang nashuhah (tulus).

Pembagian larangan ihram berdasarkan hukum fidyah yang dikenakan

  1. Yang tidak ada fidyah, yaitu akad nikah.
  2. Fidyah dengan seekor unta, yaitu jima’ (hubungan intim) sebelum tahallul awwal, ditambah ibadah hajinya tidak sah.
  3. Fidyah jaza’ atau yang semisalnya, yaitu ketika berburu hewan darat. Caranya adalah ia menyembelih hewan yang semisal, lalu ia memberi makan kepada orang miskin di tanah haram. Atau bisa pula ia membeli makanan (dengan harga semisal hewan tadi), lalu ia memberi makan setiap orang  miskin dengan satu mud, atau ia berpuasa selama beberapa hari sesuai dengan jumlah mud makanan yang harus ia beli.
  4. Selain tiga larangan di atas, maka fidyahnya adalah memilih: [1]  berpuasa tiga hari, [2] memberi makan kepada 6 orang miskin, setiap orang miskin diberi 1 mud dari burr (gandum) atau beras, [3] menyembelih seekor kambing. (Al Hajj Al Muyassar, 68-71)

Catatan:

  1. Jika wanita yang berniat tamattu’ mengalami haidh sebelum thowaf dan takut luput dari amalan haji, maka ia berihram dan  meniatkannya menjadi qiron. Wanita haidh dan nifas melakukan seluruh manasik selain thowaf di Ka’bah.
  2. Wanita adalah seperti laki-laki dalam hal larangan-larangan saat ihram kecuali dalam beberapa keadaan: (1) mengenakan pakaian berjahit, wanita tetap boleh mengenakannya selama tidak bertabarruj (memamerkan kecantikan dirinya), (2) menutup kepala, (3) tidak menutup wajah kecuali jika terdapat laki-laki non mahram.
  3. Orang yang berihram maupun tidak berihram diharamkan memotong pepohonan dan rerumputan yang ada di tanah haram. Hal ini serupa dengan memburu hewan, jika dilakukan, maka ada fidyah. Begitu pula dilarang membunuh hewan buruan dan menebang pepohonan di Madinah, namun tidak ada fidyah jika melanggar hal itu.

Kaedah dalam masalah menggunakan harum-haruman ketika ihram

  1. Boleh menghirup bau tanaman yang memiliki aroma yang harum. Hal ini disepakati oleh para ulama.
  2. Boleh menghirup bau sesuatu yang memiliki aroma harum dan mengkonsumsinya seperti buah-buahan yang dimakan atau digunakan sebagai obat. Hal ini juga disepakati oleh para ulama.
  3. Jika sesuatu yang tujuan asalnya digunakan untuk parfum (harum-haruman) dan memang digunakan untuk maksud tersebut seperti minyak misik, kapur barus, minyak ambar, dan za’faron, maka ada fidyah jika digunakan ketika berihram.
  4. Jika sesuatu yang tujuan asalnya digunakan untuk parfum, namun digunakan untuk maksud lain, maka hal ini pun terkena fidyah (An Nawazil fil Hajj, 198).

Hal-hal yang dibolehkan ketika ihram

  1. Mandi dengan air dan sabun yang tidak berbau harum.
  2. Mencuci pakaian ihram dan mengganti dengan lainnya.
  3. Mengikat izar (pakaian bawah atau sarung ihram).
  4. Berbekam.
  5. Menutupi badan dengan pakaian berjahit asal tidak dipakai.
  6. Menyembelih hewan ternak (bukan hewan buruan).
  7. Bersiwak atau menggosok gigi walau ada bau harum dalam pasta giginya selama bukan maksud digunakan untuk parfum.
  8. Memakai kacamata.
  9. Berdagang.
  10. Menyisir rambut.

Tahallul

Tahallul artinya keluar dari keadaan ihram. Tahallul ada dua macam: (1) tahallul awwal (tahallul shugro), dan (2) tahalluts tsani (tahallul kubro).

Tahallul awwal ketika telah melakukan: (1) lempar jumroh pada hari Nahr (10 Dzulhijjah), (2) mencukur atau memendekkan rambut. Jika telah tahallul awwal, maka sudah boleh melakukan seluruh larangan ihram (seperti memakai minyak wangi), memakai pakaian berjahit dan yang masih tidak dibolehkan adalah yang berkaitan dengan istri.

Tahalluts tsani ditambah dengan melakukan thowaf ifadhoh (yang termasuk thowaf rukun). Ketika telah tahalluts tsani, maka telah halal segala sesuatu termasuk jima’ (hubungan intim) dengan istri (Fiqhus Sunah, 1: 500).

Source : https://muslim.or.id/10165-fikih-haji-5-larangan-ketika-ihram.html