​HAJI, NGAPAIN AJA?

Mungkin ada yang bertanya-tanya, “Pergi haji tuh ngapain aja sih di sana sampe sebulan lebih?” – ehmm, prosesi haji sih sebenarnya hanya 5-6 hari ya, dari tanggal 8 Dzulhijah dan berakhir tanggal 12 atau 13 Dzulhijah.

Lha kok jamaah haji Indonesia perginya sampai 40 hari? Karena bejibunnya jamaah haji dari seluruh dunia, traffic penerbangan juga sangat padat. Sehingga perlu diatur jadwal kedatangan dan kepulangan secara bertahap. Nggak mungkin kan 2 juta jamaah datang atau pulang dalam waktu beberapa hari? Jadi meskipun ada yang sudah berangkat sebulan sebelumnya, tetap saja prosesi hajinya dimulai pada 8 Dzulhijjah dan berakhir tanggal 12 atau 13 Dzulhijjah.

Note:

Untuk ONH Plus, durasi tinggal di Saudi lebih pendek, makin singkat konon makin mihil. Jadi yang super plus plus haji 7 hari itu bisa jadi bayarnya di atas 20,000$..!

Selain tenda plus di Mina dan Arafah-nya jauh lebih luxurious, lokasinya juga dekat jamarat. Dan hotel di Makkah pun ada di ring 1, yang jaraknya tak lebih dari 1 km.

Sembari menunggu tanggal prosesi haji, jamaah biasanya mengisi waktu dengan umrah dari beberapa miqat (start point umrah) di seputaran kota Makkah, yaitu dari masjid Tan’im (6 km), masjid Ja’ranah (16 km), dan masjid Hudaibiyah (15 km). Umrah bisa dilakukan berombongan dikoordinir oleh yayasan bimbingan haji, atau bisa juga dilakukan sendiri dengan menyewa taxi. Hati-hati bila menyewa taxi, pastikan mobil taxi menunggu saat kita sholat sunnah di tempat miqat, otherwise kita harus jalan kaki balik ke Masjidil Haram.

Selain di Makkah, 8 hari dari keseluruhan perjalanan haji reguler, jamaah haji akan ditempatkan di Madinah yang berjarak 454 km dan (dulu) bisa ditempuh dengan bis selama 4-5 jam. Sekarang katanya bisa sampai 7 jam.

#Update: kereta api Makkah – Madinah kabarnya akan segera dioperasikan, semoga 2018 sudah jalan sehingga waktu tempuh bisa berkurang lebih dari separuhnya.

Di Madinah, selain melakukan sholat 5 waktu di Masjid Nabawi, yang mana juga tempat jenazah Rasulullah dimakamkan, jamaah juga melakukan ziarah-ziarah ke tempat-tempat bersejarah seperti Masjid Quba, Jabal Uhud, makam Baqi, dan lain-lain. Pun juga bisa wisata ke perkebunan kurma, belanja oleh-oleh di pasar kurma di belakang Nabawi, percetakan Quran, atau sekedar jalan-jalan di kota Madinah yang bersih dan tenang. Kembali dari Madinah ke Makkah, jamaah haji bisa umrah dengan bermiqat di masjid Bir Ali, sebuah masjid cantik di luar kota Madinah.

Selain itu ngapain lagi? Ya bebas saja, yang ideal sih sesuai tuntunan ustadz dan ustadzah ya mengisi waktu dengan ibadah-ibadah sunnah di Masjidil Haram seperti melakukan thawaf sunnah, tilawah, dan sholat-sholat sunnah. Atuh mumpung udah sampai sana, kan rugi kalau sepanjang hari tidur di hotel melulu?! Tapi boleh juga kok kita melihat sekeliling, ngopi di mall, belanja baju atau jam tangan mumpung harganya miring gak kena pajak, atau melakukan aktivitas favorit ibu-ibu, yaitu belanja perhiasan emas! Ouch! 🙊

Atau ke toko-toko buku dan ngobrol dengan orang lokal untuk mengenal lebih dekat tentang kehidupan orang Arab di Arab Saudi.

***

8 Dzulhijjah – hari Tarwiyah

Pagi tanggal 8, jamaah haji bersiap dalam pakaian ihram dan berniat haji dari tempat menginapnya sebelum dijemput bis pengangkut. Ketika kita sudah berihram dan berniat, kita dilarang membunuh binatang, dilarang berkata kotor, dilarang bermesraan dengan suami/istri, dilarang berdebat (berselisih), apalagi debat pilpres! Ehh.. 

Aslinya sih, tanggal 8 harusnya jamaah berangkat dari Makkah menuju Mina dan menginap semalam di sana. Namun karena jamaah haji Indonesia ini 200,000 lebih, konon katanya repot banget kalau harus ngangkut bolak-balik. Jadi template dari pemerintah adalah tanggal 8 jamaah haji Indonesia langsung diangkut dari hotel di Makkah ke tenda Arafah.

Sebenarnya jarak Makkah ke Mina ini hanya 8 kilometer saja, dan ada terowongan jalan kaki (pedestrian tunnel) yang lebar, nyaman, tertutup dari panas matahari, dan ada blower anginnya, letak ujung lorongnya tepat di belakang istana raja. Sehingga kalau mau jalan kaki sebenarnya nggak sengsara-sengsara amat. Sedangkan rute untuk kendaraan memang berputar, sehingga jarak Makkah ke Mina terasa jauh. Yang rada berat itu dari ujung jalan Mina menuju ke tenda, jalanannya biasa jadi siap berpanas-panas dan debu. Yang berat lagi tenda Indonesia tanggal 8 masih sepi nyaris kosong, hanya dijaga oleh petugas penjaga. Cuma ada beberapa rombongan yayasan bimbingan haji yang mau repot membawa jamaahnya mengikuti tarwiyah di Mina.

#Tips:

– Kalau bisa pilihlah yayasan bimbingan haji yang melayani Tarwiyah di tanggal 8, agar prosesinya lengkap.

– Jika ingin memisahkan diri dari rombongan kloter untuk Tarwiyah, mintalah izin pada ketua kloter, juga mintalah surat izin dari Maktab terlebih dahulu. Biasanya petugas maktab bisa membantu dengan mengikutkan kita ke rombongan yang juga akan tarwiyah ke Mina.

– Bawalah bekal makanan dan minuman untuk semalam di Mina karena tak ada warteg di sekitaran tenda Mina

***

9 Dzulhijah – Wuquf di Arafah

Pagi sekali sesudah sholat subuh, jamaah berangkat dari Mina ke Arafah dengan jarak sekitar 13 kilometer. Kalau lagi musim dingin atau sejuk mungkin asyik ya jalan pagi rame-rame dengan para jamaah dari seluruh dunia dengan baju yang sama semua, baju ihram yang putih-putih. Toh di sepanjang jalan ada kran-kran air minum untuk melepas dahaga. Tapi kalau in the middle of hot summer gini, tentu saja lebih enak naik bus.

Acara Wuquf itu dimulai sejak adzan dhuhur, lalu jamaah melakukan sholat dhuhur dan ashar sekaligus di dalam tenda. Dulu sih tenda di Arafah ini abal-abal, begitu juga alas karpetnya. Namun sekarang konon sudah lebih bagus dan semoga beneran berpendingin udara. 

#Update dari jamaah 2017: 

– infonya tenda sudah lebih bagus, tapi tak ada pendingin udara hanya kipas angin, padahal suhu mencapai 46 derajat Celcius. Sehingga di puncak musim panas seperti 2017 sekarang ini, lebih aman dan nyaman berada di luar tenda. Dan pastikan untuk minum cukup agar tidak dehidrasi. (*ini info dari komen jamaah yang haji 2017)

– toilet di Arafah sudah bertingkat, jadi antrian tak begitu parah (*Radio Elshinta 6/Sep/17)

Selesai sholat, jamaah wuquf (berdoa) menghadap kiblat sampai matahari benar-benar tenggelam. Best time-nya adalah saat ashar hingga maghrib, konon itulah saatnya Allah memerintahkan malaikat-malaikatnya turun untuk mendengar dan mengabulkan semua doa-doa baik orang-orang yang sedang wuquf di Arafah.

#Tips:

Karena wuquf ini intinya haji, sebaiknya dari dhuhur hingga maghrib hanya diisi dengan doa-doa saja, tidak pakai gossip, tidak pakai dengerin musik, tidak merokok-rokok sambil ngobrol, tidak makan-makan. Memang sih makanan dan minuman dingin tersedia bebas ambil, tapi baiknya pergunakan waktu wuquf dengan baik. Kalau perlu, sebelum dhuhur siapkan bekal makanan dan minuman lalu letakkan di dekat kita. Juga sempatkan antri buang air dan wudhu sebelum dhuhur.

Setelah matahari tenggelam (maghrib), jamaah bergerak menuju Musdalifah, sekitar 4 kilometer dari Arafah ke arah Mina. Biasanya jalanan menjadi macet karena penuhnya kendaraan dan pejalan kaki. Jamaah harus tiba di Musdalifah sebelum tengah malam, jika tiba lewat tengah malam maka jamaah dikenakan dam atau denda 1 ekor domba. Di Musdalifah ngapain? Mula-mula temukan tempat untuk menggelar alas duduk karena setiap jengkal lapangan terbuka akan penuh manusia berpakaian ihram, lalu laksanakan sholat Maghrib dan Isya’. Setelah itu pungutlah sekitar 10 kerikil dan simpan. Selain itu tak ada ibadah yang diperintahkan, kalau bisa istirahat dan tidur.

Beberapa jamaah ONH plus melakukan mabit di Musdalifah ini dengan tetap duduk di dalam bus yang berhenti di Musdalifah. Untuk jamaah reguler, karena bus harus bolak-balik menjemput jamaah lain, mau tak mau harus turun kendaraan.

***

10 Dzulhijah – Idul Adha

Pagi setelah subuh dan matahari mulai terang, jamaah bergerak menuju tugu jamarat untuk melempar jumrah Aqobah, dengan batu kecil yang semalam dipungut di Musdalifah. Tugu Aqobah dilempar sampai mengenai sebanyak 7x, untuk melambangkan pengusiran setan dalam diri kita. Tapi ngelemparnya nggak usah sambil mencaci maki dan melempar sekuat tenaga, asal kena saja. Tidak boleh juga melempar dengan bakiak, sandal, atau sepatu. Jangan pula melempar dari belakang sekali, nanti bisa kena kepala orang yang di depan.

#Tips:

– Demi keamanan, ikuti jadwal melempar jumrah yang diinfokan ketua kloter masing-masing. Di waktu afdhal, yaitu waktu dhuha, jamarat akan sangat penuh manusia.

– Jangan melawan arus pergerakan jamaah karena sangat berbahaya

– Carilah rute terdekat ke jamarat dengan melihat peta

Setelah itu bila tak lelah, kita bisa langsung ke Makkah. Naik apa? Pemerintah Indonesia tidak melayani transport Mina ke Makkah tanggal 10. Jamaah direncanakan kembali ke Makkah tanggal 12 atau 13 Dzulhijah.

Jadi opsinya adalah:

– Jalan kaki lagi lewat terowongan pedestrian

–  Naik ojek yang suka ngetem di ujung jamarat

–  Naik angkot (minibus), dulu sih tarifnya 20 riyal

Best option? 

Jalan kaki lah.. sekalian capek sudah! Setiba di Masjidil Haram lakukan Thawaf Ifadhah 7 putaran. Thawaf di tanggal 10 ini serasa thawaf VIP karena Masjidil Haram sangat sepi. Hanya ada beberapa ratus orang yang baru selesai sholat Ied bersama Raja dan keluarganya. Selesai thawaf langsung dilengkapi dengan Sa’i haji yaitu berjalan dari bukit Shofa dan Marwa bolak-balik 7 lintasan.

Bukit Shofa dan Bukit Marwa yang berjarak 395 meter ini tak lagi berbentuk perbukitan. Lintasan ini kini menyatu dengan masjid dengan lantai yang sejuk. Dilengkapi pula dengan track untuk wheelchair sehingga aman.

Selesai Sa’i tunai sudahlah semua prosesi haji, tinggal tahalul yaitu memotong sedikit rambut kita untuk menandai selesainya semua kewajiban dalam haji. Kebanyakan jamaah laki-laki akan menggunduli rambutnya karena lega, tapi yang perempuan gak usah ya.. jangan!

Jangan terlalu lama juga hore-hore di Makkah, sebab jamaah harus tiba di Mina lagi sebelum matahari terbenam. Bila terlambat memasuki Mina lagi setelah maghrib, jamaah tersebut harus membayar dam 1 ekor domba. 

#notes

*) Pengenaan dam ini mengacu pada denda karena meninggalkan mabit (menginap) di Mina/Musdalifah

*) Ada pula yang mengartikan mabit di Mina ini adalah berada di Mina dari maghrib hingga tengah malam, sehingga bagi yang hotelnya dekat Jamarat bisa tidur di hotel dan kembali ke tenda sebelum maghrib esok harinya.

Option-nya sama, bisa jalan kaki atau naik minibus sewaan. Karena Mina sangat luas, dan ada 2 jalur utama yang terbagi untuk tiap-tiap negara/wilayah, perhatikan bahwa minibus yang ditumpangi menuju ke arah yang kita inginkan. Kawansan tenda Indonesia adalah lajur utama kiri, sedangkan kanan adalah kawasan Asia Selatan dan Timur Tengah. 

Saya dong, naik minibus asal naik, akhirnya diturunkan di area negara Iran, Irak, Pakistan dll. Lumayan juga jaraknya untuk menuju ke area Indonesia, namun karena kami memegang peta seperti Dora the Explorer, dan tiap area ada tiang tinggi dengan nomor yang sesuai dengan nomor di peta, kami bisa kembali ke tenda dan tiba menjelang ashar.

#Note: 

– Peta Haji yang dibuat penyelenggara haji ini lumayan lengkap dan jelas. Ada peta kota Makkah, peta kawasan tenda di Mina lengkap dengan nomor maktab-nya. Sangat membantu untuk mengenali wilayah. Dulu saya beli di kios Asrama Haji seharga 15 ribu rupiah.

– Setelah melempar jumrah Aqobah, jamaah bisa melepas pakaian ihram dan berganti baju biasa. Namun bagi yang belum selesai Thawaf Ifadhah dan Sa’i masih dilarang untuk bermesraan dengan suami/istrinya. Lagian, lagi camping rame bejubel, gimana bisa mesra? 😅 

***

11 Dzulhijah – Tasyrik 1

 

Kegiatan hanya melempar jumrah di 3 tiang lalu kembali ke tenda. Berleha-leha tanpa kegiatan lain. Kalau jaman sekarang mungkin enak, bisa WA call dengan keluarga, atau upload foto-foto di sosmed. Jaman dulu cuma bisa ngerecokin abang-abang tukang masak di dapur tenda!

12 Dzulhijah – Tasyrik 2

Bagi yang ingin Nafar Awal, yaitu mengakhiri hajinya lebih cepat, setelah melempar jumrah langsung ke Makkah. Namun jika ingin menggenapkan sampai tanggal 13 ya kembali ke tenda lagi.

13 Dzulhijah – Tasyrik 3

Setelah melempar 3 tugu jumrah, jamaah kembali ke Makkah. Di hari tasyrik terakhir ini lalu lintas kendaraan Mina ke Makkah sangat padat. Bahkan ada yang harus terjebak kemacetan berjam-jam. Bagi yang memilih berjalan kaki, sungguh banyak rezeki yang bisa didapat. Banyak sekali pembagian paket makanan dan minuman di sepanjang jalan.

Begitu pula dengan kepadatan di Masjidil Haram, karena kebanyakan jamaah baru melakukan thawaf dan sa’i haji pada tanggal ini. Maka beruntunglah bagi yang tanggal 10 atau 11 sudah berlelah payah bolak-balik ke Makkah untuk thawaf dan sa’i karena ketika sebagian besar jamaah berdesakan di Haram, mereka sudah bisa istirahat tenang di hotel.

#notes

– meski antri, usahakan tetap mandi ketika camping di Mina, agar lebih segar dan tak mengganggu jamaah lain.

– jangan berlama-lama di toilet, apalagi malah nyuci baju segala

– jangan masuk toilet berombongan, bahaya

– bawalah plastik untuk membuang sampah agar tidak mengotori toilet

***

Selesai?

Iya selesai sudah, tinggal nanti melakukan thawaf wada’ atau perpisahan menjelang kepulangan ke Indonesia melalui Jeddah. Bagi kloter yang diberangkatkan belakangan, setelah ibadah haji selesai mereka menunggu kepulangan sambil umrah-umrah, ziarah ke Madinah, sama dengan kegiatan kloter awal sebelum haji.

Source Facebook : Chandra Nuswantari

Tekad dalam belajar

“Boleh saya bertanya apa itu Mcrosoft word?” ujar seorang mahasiswa yang duduk di depan lab komputer salah satu kampus dibilangan Kramat Jakarta pusat

Waktu itu adalah tahun 2003 dimana untuk ukuran kota Jakarta program-program di komputer bukanlah hal baru bagi hampir semua mahasiswa baru di kelas itu, namun tidak bagi mahasiswa yang bertanya tadi. Dia benar-benar belum paham apa program-program yang ada di kotak didepan dia duduk

Sang asisten labpun dengan sabar menerangkan dan sesekali intens mengajari mahasiswa baru tersebut. Semester per semester dilalui tanpa kendala. Dengan tekad kuat dan bulat ingin merubah nasibnya si mahasiswa melewati semuanya sampai haru wisuda di JCC Senayan waktu itu 

Siapakah dia?

Traveling buat Muslim

travellerUntuk memulai sebuah traveling banyak dari kita bingung nanti di negara luar sana bagaimana ibadah kita, ini tips diambil dari sharing temen di Facebook  (Chairul Azhar  )

PERSIAPAN
1. niat. Niat itu paliiiing penting dan utama. Jangan sampe niat kita jalan-jalan untuk pamer, bikin iri orang, atau niat negatif lainnya. Niatkan yang positif, untuk challenge diri sendiri, untuk rihlah, napak tilas, dsb.

Percayalah, niat baik akan membawa kita ke jalan yang baik, dan sebaliknya.

2. Research. Karena kita muslim dan kita butuh special needs. Maka kita harus cari info lebih detil. Dimana ada restoran halal, tempat wudhu, tempat sholat, dsb.

3. List perlengkapan wajib. Bawalah sajadah tipis, mukena (bagi perempuan), baju bersih yg cukup, sepatu yang menutup sempurna, kaus kaki, depends on your need. 1 lagi, install aplikasi yang esensial, aplikasi kiblat, doa, dan alquran.

Note : Kalau perjalanan itu jauh, usahakan book airline yang berasal dari timur tengah. Why? Di layar monitor on board, ada petunjuk waktu shalat yang berguna untuk kita

Alert : Bagi muslimah, lebih afdhal ditemani mahram (keluarha yg haram dinikahi) dan bagi yang menikah, wajib mendapat restu dari suami dan HARAM traveling tanpa ijin suami.

MEMULAI PERJALANAN
Doa safar. Wajib ya, awali dengan doa supaya dapat perlindungan.

SELAMA PERJALANAN
1. Jaga wudhu. Usahakan setiap masuk toilet kita perbarui wudhu. Jadi setiap masuk waktu shalat kita bisa suci.

Note : musafir dibenarkan untuk menyapu sepatu, selama sepatu dalam keadaan baik dan tidak kotor. Daripada naikin kaki ke wastafel, bisa pakai opsi ini.
Kalau mau yang kaffah, ya bawa botol besar, dan wudulah di tempat lain secara sempurna.

2. Dimana cari makanan halal. Nah, kita kan udah research sebelum berangkat, jadi pas di tempat, kita harus tau kira2 waktu makan kita normalnya jam berapa, jadi kalo udah deket waktunya kita ga terlalu jauh dari lokasi.
Tempat makan Turki dan Pakistan pasti halal. Tempat makanan India, baiknya tanya dulu, kalo mereka memisahkan Peralatan untuk makanan nonhalal, kita bisa makan disitu.

Tips : kalo melihat tulisan halal, jangan ragu untuk masuk. Orang di luar negeri biasanya akan secara rutin diinspeksi oleh otoritas nya., dan mereka ga berani kasi logo halal kalo emang ga punya stok makanan halal.

Kalo memang ga nemu, carilah restoran full vegan. Sama sekali ga ada kandungan daging, termasuk bumbu, insya allah aman.

3. Dimana tempat shalat? Nah ini hati-hati, karena ada beberapa negara yang tidak memperbolehkan kegiatan keagamaan di ruang publik. Itulah gunanya riset. Intinya:

A. Semua bumi Allah adalah masjid, kecuali toilet dan kuburan. Jadi, dimanapun asal bersih sholat bisa dilakukan.
B. Kalo berada di taman atau tempat publik, cari otoritas, misal security atau polisi, tanyalah apakah boleh sholat apa nggak. Jangan kaget kalopun mereka membolehkan tapi mereka malah nonton kita sholat. Toh lebih secure kan?
C. Carilah info dimana lokasi masjid/islamic centre. Percaya deh, kalo kita kesana kita pasti disambut dengan hangat oleh orang disana.
D. Kalo masih ga nemu semua opsi di atas, carilah spot sepi di stasiun/terminal, atau bahkan tepi pantai. Saya pernah sholat di tepi pantai, di belakang kapal-kapal, saat di Volendam.
E. Masih takut dengan semuanya, sholatlah di kereta/bus.
F. Atau kalo mau yang sempurna, silakan balik ke penginapan untuk shalat.

4. Gimana bagi yang pakai jilbab / berjenggot dan celana cingkrang? Believe me, di Eropa sekalipun its not a problem. Malah jadi poin plus. Saya pernah lihat pasangan suami istri “kaffah” begini diarahkan untuk masuk resto halal sama pemilik resto vegan pas di Amsterdam. Asal kita ramah dan sopan, mereka akan menghormati keyakinan kita kok.

Note : Jangan percaya dengan pemberitaan media mainstream. Mungkin masih ada islamophobia, tapi bukan berarti semua orang Eropa/tempat non muslim anti islam ya. Malah kebanyakan mereka kagum sama kita, yang teguh menjaga iman di negara supersekuler seperti negara mereka. Oh ya, tingkat sexual harrassment terhadap wanita berjilbab bisa dikatakan hampir ga ada di Eropa, jadi aman insya allah menutup aurat disana.

5. Jangan lupa lho, sholat bisa dijamak dan diqashar oleh musafir. Inilah yang bikin saya suka traveling 😚😚.

SAAT KEMBALI KE TANAH AIR
1. Usahakan beli oleh-oleh buat keluarga dan orang terdekat.
2. Doa selama di kendaraan
3. Hubungi keluarga saat sudah sampai di tanah air.

ADAB BUAT ORANG YANG DITINGGALKAN SELAMA TRAVELING

Ini penting banget, karena banyak orang yang lupa dengan adab ini

1. Kalo kita dikabari ada orang yang bepergian, kita disunnahkan untuk berdoa dan beri nasihat yang baik.

2. HARAM hukumnya meminta oleh-oleh. Meminta bukan dengan alasan mendesak diharamkan dalam islam

3. WAJIB bersyukur bila diberikan sesuatu oleh orang yang pulang dari bepergian. HARAM mencela pemberian, “kok cuma ini? “, “masa dari Eropa cuma dikasi gantungan kunci? “, “ih pelit banget sih”.

TRAVELING VS. UMRAH
1. mana yang lebih baik? Tergantung niat. Umrah sendiri hukumnya tidak wajib, yang wajib itu HAJI, dan itupun sekali seumur hidup. So, kalo ada yang pergi umroh berkali-kali, silakan simpulkan sendiri.

2. Traveling tapi tidak berhaji, gimana?
Depends. Kalo kita udah berniat, tapi terhalang dengan sebab-sebab tertentu (antrian, kesehatan, birokrasi, dsb) maka traveling tidak terlarang. Tapi, kalo kita hanya traveling tanpa pernah ada niat berhaji, maka kita berdosa
(mengutamakan yang selain wajib di atas ibadah wajib).

3. Adakah ayat alquran yang menyuruh kita traveling?
Ada, silakan buka kitab dan carilah ayat “maka berjalanlah kamu di muka bumi, dan lihatlah kesudahan orang yang mendustakan (ayat-ayat Kami”.

4. Apakah traveling selain ke tempat suci, orang tua, dan saksi sejarah itu berdampak maksiat?

Depends. Kalo tujuannya rihlah, belajar, atau sekadar eksplorasi, tidak berdosa.
Tapi kalo ada kegiatan yang haram, misalnya mabok, zina, dll maka otomatis menjadi berdosa.

Demikian, serba serbi traveling for muslim.
Semoga membantu yaa

Belajar mandiri

Si Big Annisa dan si Big Masud belajar bagaimana mencuci pakai mesin… Bisa.. Lha wong diputer puter trus  ditinggal nonton kartun… Yang terpenting effortnya untuk belajar kala liburan sekolah.. Dan kalau Bapak/Ibunya repot dan dimintain tolong puterin tombol2 mesin cuci anak-anak bisa melakukannya

Si Big M juga kalau sebelum tidur dimintain rapiin kamar tidurnya juga sregep sekali… Biarpun kalau masuk kamar masih harus dibenerin ini itunya yang penting effortnya dilakukan dengan senang hati

Mengajari anak memang kadang perlu contoh dari kami orang tuanya… Mereka meniru apa yang kami lakukan di keluarga kecil kami.. 

Kami memang belum memakai Khodimat(Asisten rumah tangga) selain menghemat pengeluaran juga kami masih bisa lakukan sendiri

Menjelang kelahiran anak ketiga kami, kami  mempersiapkan kakak-kakaknya sedemikian rupa bagaimana untuk mandiri minimal bisa urus mereka sendiri bukan anak-anak yang sebentar-bentar panggil “Ayah Ibu” ketika memerlukan sesuatu. 

Bismillah kami masih harus banyak belajar ilmu parenting Nabawiyah… Karena kadang kesabaran juga perlu belajar dinaikkan tingkatnya 

Hal-hal ini tidak terpikirkan ketika masih bujangan dulu apalagi sebelum punya anak..😂

Credit foto :

Review harian ngajian dari Sekolah maupun Ngaji di Masjid seusai jamaah Maghrib

​Anak Amanah (juga) buat Ayah.

Kalau lihat anak-anak muda pada nongkrong di Warung siang-siang kelihatan kakinya di bulan Ramadhan apa yang terlintas di benak ayah Muslim?.. Disitulah kita peran orang tua agar mendidik agama lebih “ketat” pada anak-anak kita itu yang terlintas di benak saya.

Kerapkali kita memilih sekolah Favorit, sekolah terpadu bahkan tapi dirumah tidak ada sinkronisasi nilai-nilai yang didapat dari sekolah. Di sekolah diajarin Agama yang kuat tapi dirumah lihat ayahnya ketika adzan tidak bersegera ke Mesjid, melihat ayahnya merokok disekolah “haram” menyentuh rokok..dan banyak lagi..

Disisi lain salut sama anak muda yang rajin ke Mesjid dan santun sekali.. Disitu kita iri bagaimana cara mendidik mereka sampai menjadi yang sekarang

Apalagi kedepan dengan gempuran media-media sekuler, gadget minded.. Dan banyak lagi tentunya tantangan makin berat..

Kami para ayah semoga bisa mendidik anak-anak kami agar menjadi anak Sholeh bukan sekedar ucapan ketika anak-anak kami lahir

” semoga menjadi anaktersebut yah Pak/Bu..” 

Tapi pengaplikasian di kehidulan nyata…berat sekali menjadikan anak-anak seperti doa tersebut
Satu sandaran agar doa tersebut terkabul adalah Alloh semata selain ikhtiar. 

Semoga kami termasuk menjadi orang tua yang amanah…

Kabulkanlah dan ringankanlah serta mudahkan yaa Robb agar anak-anak kami menjadi anak yang sholeh sholehah. Amiin

Ramadhan 1438H, menanti anak ketiga

Telat menikah

Aku sudah lulus dari kuliah dan sudah mendapatkan pekerjaan yang bagus.

Lamaran kepada diriku untuk menikah juga mulai berdatangan, akan tetapi aku tidak mendapatkan seorangpun yang bisa membuatku tertarik.

Kemudian kesibukan kerja dan karir memalingkan aku dari segala hal yang lain. Hingga aku sampai berumur 34 tahun.

Ketika itulah aku baru menyadari bagaimana susahnya terlambat menikah.

Pada suatu hari datang seorang pemuda meminangku. Usianya lebih tua dariku 2 tahun. Dia berasal dari keluarga yang kurang mampu. Tapi aku ikhlas menerima dirinya apa adanya.

Kami mulai menghitung rencana pernikahan. Dia meminta kepadaku photo copy KTP untuk pengurusan surat-surat pernikahan. Aku segera menyerahkan itu kepadanya.

Setelah berlalu dua hari ibunya menghubungiku melalui telepon. Beliau memintaku untuk bertemu secepat mungkin.

Aku segera menemuinya. Tiba-tiba ia mengeluarkan photo copyan KTPku. Dia bertanya kepadaku apakah tanggal lahirku yang ada di KTP itu benar?

Aku menjawab: Benar.

Lalu ia berkata: Jadi umurmu sudah mendekati usia 40 tahun?!

Aku menjawab: Usiaku sekarang tepatnya 34 tahun.

Ibunya berkata lagi: Iya, sama saja.

Usiamu sudah lewat 30 tahun.

Itu artinya kesempatanmu untuk memiliki anak sudah semakin tipis.

Sementara aku ingin sekali menimang cucu.

Dia tidak mau diam sampai ia mengakhiri proses pinangan antara diriku dengan anaknya.

Masa-masa sulit itu berlalu sampai 6 bulan.

Akhirnya aku memutuskan untuk pergi melaksanakan ibadah umrah bersama ayahku, supaya aku bisa menyiram kesedihan dan kekecewaanku di Baitullah.

Akupun pergi ke Mekah.

Aku duduk menangis, berlutut di depan Ka’bah.

Aku memohon kepada Allah supaya diberi jalan terbaik.

Setelah selesai shalat, aku melihat seorang perempuan membaca al Qur’an dengan suara yang sangat merdu.

Aku mendengarnya lagi mengulang-ulang ayat:

(وكان فضل الله عليك عظيما)

“Dan karunia Allah yang dilimpahkan kepadamu itu sangat besar”.

(An Nisa’: 113)

Air mataku menetes dengan derasnya mendengar lantunan ayat itu.

Tiba-tiba perempuan itu merangkulku ke pangkuannya.

Dan ia mulai mengulang-ulang firman Allah:

(ولسوف يعطيك ربك فترضي)

“Dan sungguh, kelak Tuhanmu pasti memberikan karunia-Nya kepadamu, sehingga engkau menjadi puas”.

(Adh Dhuha: 5)

Demi Allah, seolah-olah aku baru kali itu mendengar ayat itu seumur hidupku. Pengaruhnya luar biasa, jiwaku menjadi tenang.

Setelah seluruh ritual umrah selesai, aku kembali ke Cairo.

Di pesawat aku duduk di sebelah kiri ayahku, sementara disebelah kanan beliau duduk seorang pemuda.

Sesampainya pesawat di bandara, akupun turun.

Di ruang tunggu aku bertemu suami salah seorang temanku.

Kami bertanya kepadanya, dalam rangka apa ia datang ke bandara?

Dia menjawab bahwa ia lagi menunggu kedatangan temannya yang kembali dengan pesawat yang sama dengan yang aku tumpangi.

Hanya beberapa saat, tiba-tiba temannya itu datang.

Ternyata ia adalah pemuda yang duduk di kursi sebelah kanan ayahku tadi.

Selanjutnya aku berlalu dengan ayahku…..

Baru saja aku sampai di rumah dan ganti pakaian, lagi asik-asik istirahat, temanku yang suaminya tadi aku temui di bandara menelphonku.

Langsung saja ia mengatakan bahwa teman suaminya yang tadi satu pesawat denganku sangat tertarik kepada diriku.

Dia ingin bertemu denganku di rumah temanku tersebut malam itu juga.

Alasannya, kebaikan itu perlu disegerakan.

Jantungku berdenyut sangat kencang akibat kejutan yang tidak pernah aku bayangkan ini.

Lalu aku meminta pertimbangan ayahku terhadap tawaran suami temanku itu.

Beliau menyemangatiku untuk mendatanginya.

Boleh jadi dengan cara itu Allah memberiku jalan keluar.

Akhirnya…..aku pun datang berkunjung ke rumah temanku itu.

Hanya beberapa hari setelah itu pemuda tadi sudah datang melamarku secara resmi.

Dan hanya satu bulan setengah setelah pertemuan itu kami betul-betul sudah menjadi pasangan suami-istri.

Jantungku betul-betul mendenyutkan harapan kebahagiaan.

Kehidupanku berkeluarga dimulai dengan keoptimisan dan kebahagiaan.

Aku mendapatkan seorang suami yang betul-betul sesuai dengan harapanku.

Dia seorang yang sangat baik, penuh cinta, lembut, dermawan, punya akhlak yang subhanallah, ditambah lagi keluarganya yang sangat baik dan terhormat.

Namun sudah beberapa bulan berlalu belum juga ada tanda-tanda kehamilan pada diriku.

Perasaanku mulai diliputi kecemasan.

Apalagi usiaku waktu itu sudah memasuki 36 tahun.

Aku minta kepada suamiku untuk membawaku memeriksakan diri kepada dokter ahli kandungan.

Aku khawatir kalau-kalau aku tidak bisa hamil.

Kami pergi untuk periksa ke seorang dokter yang sudah terkenal dan berpengalaman.

Dia minta kepadaku untuk cek darah.

Ketika kami menerima hasil cek darah, ia berkata bahwa tidak ada perlunya aku melanjutkan pemeriksaan berikitnya, karena hasilnya sudah jelas.

Langsung saja ia mengucapkan “Selamat, anda hamil!”

Hari-hari kehamilanku pun berlalu dengan selamat, sekalipun aku mengalami kesusahan yang lebih dari orang biasanya.

Barangkali karena aku hamil di usia yang sudah agak berumur.

Sepanjang kehamilanku, aku tidak punya keinginan mengetahui jenis kelamin anak yang aku kandung.

Karena apapun yang dikaruniakan Allah kepadaku semua adalah nikmat dan karunia-Nya.

Setiap kali aku mengadukan bahwa rasanya kandunganku ini terlalu besar, dokter itu menjawab:

Itu karena kamu hamil di usia sudah sampai 36 tahun.

Selanjutnya datanglah hari-hari yang ditunggu, hari saatnya melahirkan.

Proses persalinan secara caesar berjalan dengan lancar.

Setelah aku sadar, dokter masuk ke kamarku dengan senyuman mengambang di wajahnya sambil bertanya tentang jenis kelamin anak yang aku harapkan.

Aku menjawab bahwa aku hanya mendambakan karunia Allah.

Tidak penting bagiku jenis kelaminnya. Laki-laki atau perempuan akan aku sambut dengan beribu syukur.

Aku dikagetkan dengan pernyataannya:

“Jadi bagaimana pendapatmu kalau kamu memperoleh Hasan, Husen dan Fatimah sekaligus?

Aku tidak paham apa gerangan yang ia bicarakan.

Dengan penuh penasaran aku bertanya apa yang ia maksudkan?

Lalu ia menjawab sambil menenangkan ku supaya jangan kaget dan histeris bahwa Allah telah mengaruniaku 3 orang anak sekaligus. 2 orang laki-laki dan 1 orang perempuan.

Seolah-olah Allah berkeinginan memberiku 3 orang anak sekaligus untuk mengejar ketinggalanku dan ketuaan umurku.

Sebenarnya dokter itu tahu kalau aku mengandung anak kembar 3, tapi ia tidak ingin menyampaikan hal itu kepadaku supaya aku tidak merasa cemas menjalani masa-masa kehamilanku.

Lantas aku menangis sambil mengulang-ulang ayat Allah:

(ولسوف يعطيك ربك فترضى)

“Dan sungguh, kelak Tuhanmu pasti memberikan karunia-Nya kepadamu, sehingga engkau menjadi puas”. (Adh Dhuha: 5)

Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman:

(وَاصْبِرْ لِحُكْمِ رَبِّكَ فَإِنَّكَ بِأَعْيُنِنَا )

“Dan bersabarlah menunggu ketetapan Tuhanmu, karena sesungguhnya engkau berada dalam pengawasan Kami…” (Ath Thur: 48)

Bacalah ayat ini penuh tadabbur dan penghayatan, terus berdoalah dengan hati penuh yakin bahwa Allah tidak pernah dan tidak akan pernah menelantarkanmu.

Bila status ini ada manfaatnya silahkan di-share.

Jazaakumullahu khairan

Source : Facebook share

Mendidik anak ala Rosulullah dan Salafussholih


Alhamdulillah syukur hamba panjatkan atas kesehatan dan berkah yang luar biasa.. Sore ini yang rencananya Shubuh.. Ustadz Budi Ashari LC bisa hadir di Masjid di komplek dimana aku tinggal. Dengan tema Mendidik anak ala Rosulullah.. Cocok.banget dengan background beliau yang memang ahli dalam Parenting Nabawiyah alias pendidikan ala nabi

Beliau berpesan :

1. Anak adalah investasi, bagaimana anak nanti kitalah sebagai orang tua punya andil dalam membentuk karakter anak tersebut

2. Lihat surat Annur juga Annisa.. Banyak pendidikan anak disana..


Alhamdulillah ..kajian yang sangat menggugah jiwa dan mengisi relung kekosongan ruhiyyah..

Menunggu

Menunggu memang membosankan

Siapa bilang menunggu enak?

Perlu niat dan kesabaran dalam hal menunggu

Menikmati waktu menunggu?

Dulu hanya diam dengan kebosanan

Sekarang menunggu?

Cukup pegang Smartphone dengan Full baterai + koneksi internet

Selamat menunggu..

*Halim Perdana Kusumah Airport menuju Bekasi

Unit Layanan Paspor Gresik

Setelah rencana terdengar beberapa bulan lalu ternyata bukan isapan jempol pihak Imigrasi Kelas 1 Perak membuka Unit layanan Paspor di Gresik

Kini warga Gresik dan sekitarnya (Bojonegoro, Tuban, Lamongan dan Mojokerto) tidak usah jauh-jauh jika ingin membuat paspor baru atau juga memperpanjang Paspornya ketika masa berlakunya sudah habis. 

Bertempat di Ruko pasar Ikan Modern di Bunder ULP membuka layanananya, dari arah Kota gresik menuju arah lamongan setelah Bunder kiri jalan 

Semoga dengan dekatnya layanan Paspor di Gresik ini makin banyak warga Jatim yang melek keluar negeri.. Juga melayani para TKI yang akan bekerja diluar negeri pastinya

Foto: Blognya Kang Heri setiawan

Bupati Gresik ikut meresmikan ULP di Ambeng-ambeng, Bunder Gresik

Perencanaan Keuangan ala Gue

5-Langkah-Membuat-Perencanaan-Keuangan-Keluarga_05

1. Hitung Cashflow bulanan
Pertama, tentukan besar pendapatan. Jumlahkan semua pemasukan seperti gaji bulanan, pemasukan sewa properti (rumah, kost, mobil, dll), dan semua pemasukan rutin bulanan Anda. Berikutnya, tentukan besar pengeluaran. Tuliskan semua pengeluaran secara detail, baik itu yang dibayarkan cash ataupun memakai kartu kredit. Ingat, tuliskan semua pengeluaran sampai yang terkecil sekalipun. Kunci perencanaan keuangan yang baik adalah akurasi setiap komponen pendukung.Kelompokkan pengeluaran tersebut dalam 3 bagian : pengeluaran rutin tetap, pengeluaran rutin tidak tetap, dan pengeluaran tak rutin.
o Pengeluaran rutin tetap adalah pengeluaran rutin tiap bulan dan jumlahnya selalu sama, seperti cicilan rumah, cicilan mobil, asuransi, dll.
o Pengeluaran rutin tidak tetap adalah pengeluaran rutin setiap bulan tapi jumlahnya selalu berubah, seperti tagihan telepon, tagihan kartu kredit, biaya makan harian, biaya transportasi, biaya sekolah anak, dan tunjangan untuk orang tua Anda.
o Pengeluaran tidak rutin adalah pengeluaran yang tidak selalu ada setiap bulan, seperti belanja pakaian, biaya rumah sakit, nonton bioskop, fine dining,dll.
Setelah semua tercatat, akan mulai terlihat darimana uang Anda berasal dan kemana uang tersebut dibelanjakan.
2. Pengeluaran Lebih Sedikit Daripada Pemasukan
Ilmu sederhana menabung adalah pengeluaran harus lebih kecil dari pendapatan. Uang sisa tersebut yang akan disimpan dalam tabungan.Perhatikan baik-baik pengeluaran Anda. Bila pengeluaran lebih besar dari pendapatan, mulailah untuk mengurangi pengeluaran Anda. Untuk memulainya, awali dari pengeluaran tidak rutin. Jika ternyata belanja pakaian Anda terlalu banyak, cobalah untuk berbelanja hanya sekali dan pilihlan hanya maksimal 2 baju dalam 1 bulan.Lalu tengok kedalam pengeluaran rutin tidak tetap. Jika ternyata tagihan internet membengkak, cobalah memilih paket internet yang lebih murah. Atau jika Anda banyak menggunakan taksi untuk berpergian, cobalah untuk sesekali naik bis umum untuk mengirit pengeluaran. Hidup sehat juga bisa membantu Anda mengurangi biaya rumah sakit.Langakah berikutnya adalah pengeluaran tetap. Jika ternyata disini adalah sumber “kebocoran” keuangan, cobalah lakukan perubahan radikal dalam lifestyle Anda. Jika cicilan mobil membebani, ganti dengan sepeda motor atau angkutan umum. Jika sewa apartemen sangat mahal, pindahlah ke rumah yang lebih sederhana.
3. Rumus 50-30-20
Rumusan sederhana menabung biasanya 10%-15% dari pendapatan setelah dipotong pajak. Lebih besar maka lebih baik. Tapi ada satu rumusan baru yang diusulkan oleh seorang professor dari Harvard, Elizabeth Warren, yaitu rumus 50-30-20.
50% : pengeluaran rutin tetap + pengeluaran rutin tidak tetap
30% : pengeluaran tidak rutin
20% : tabungan
4. Pisahkan Buku Tabungan
Buku Tabungan sangat mempengaruhi Psikis pekerja, apalagi kalau ada ATM nya pasti gatal rasanya kalau ATM ada uangnya. TIPS nya :
 Tabungan Khusus untuk Payroll Murni income dari pekerjaan
 Tabungan Khusus bisnis (Jika mempunyai usaha diluar pekerjaan) yang mana akun ini untuk Cashflow lancar (Sifatnya tidak boleh diganggu gugat jika ingin Bisnis berkembang)
 Tabungan Saving : inilah akhir perjalanan perputaran keuangan tiap bulan, Sifatnya tidak boleh diganggu gugat kecuali keadaan DARURAT
 Tabungan Mobile : Tabungan ini berisi Pos keuangan yang wajib dikeluarkan seperti Dana Dapur, Pembayaran rutin bulanan
 Dana Darurat : yang besarnya adalah 3X pengeluaran Rutin bulanan, misal pengeluaran Rp. 2.000.000 maka besarnya dana darurat adalah Rp. 6.000.000,- dana darurat boleh dibuatkan Tabungan tersendiri yang sifatnya mudah dicairkan jika dibutuhkan dan tidak boleh berupa Saham, Obligasi atau Deposito yang sifat cairnya susah
Mungkin langkah-langkah diatas terlihat terlalu memusingkan hanya untuk menabungkan sebagian kecil pendapatan kita. Tapi percayalah, perencanaan keuangan ini adalah awal untuk mendapatkan perekonomian pribadi atau keluarga dalam yang lebih kuat dan mantap.

Demikian coretan-coretan perencanaan ala ala gue yah.. monggo mau dipake atau enggak. Dibikin sesuai kebutuhan dan kenyamanan saja

Nuwun..